6 December 2019

BPN: Politisi yang Tak Peduli Disabilitas Adalah Genderuwo yang Sontoloyo

KONFRONTASI -  Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade menyebut jika politisi yang tak peduli terhadap hak-hak disabilitas sama saja seperti genderuwo yang tidak punya perasaan.

“Politisi yang tidak peduli terhadap hak-hak disabilitas ya sama saja dengan genderuwo yang sontoloyo. Kan ini sudah disahkan undang-undangnya, sudah dua tahun sejak 2016 lalu tapi kenapa PP itu tidak juga dikeluarkan. Ini kemana hati nuraninya?” ucap Andre melalui keterangannya, Minggu (18/11/2018).

Undang-undang yang dimaksud ialah Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Peraturan pemerintah (PP) atas UU tersebut pum belum juga ditetapkan hingga melewati tenggat waktu.

Poltisi Partai Gerindra ini menyayangkan sikap pemerintah yang tidak memedulikan hak-hak pengandang disabilitas tersebut. Padahal, memurutnya, apabila UU tersebut disahkan maka para difabel akan lebih mudah mendapatkan haknya, salah satunya dalam dalam konteks pekerjaan.

“Tapi kan UU tersebut hingga saat ini belum diikuti dengan aturan hukum di bawahnya, yakni Peraturan Pemerintah sebagai peraturan pelaksanaannya, yang dirugikan ya saudara-saudara kita yang difabel ini,” paparnya.

Andre mengklaim jika Prabowo-Sandi sangat peduli terhadap isu disabilitas. Mereka pun akan memperjuangkan UU tersebut hingga disahkan DPR. Selain itu, mereka juga membuat buku Paradoks Indonesia versi braile bagi penyandang tunanetra.

“Dulu Gerindra berjuang terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Penyandang Disabilitas yang merupakan revisi dari UU Nomor 4 Tahun 1997 tentang Penyandang Cacat menjadi Undang-Undang (UU). Lalu kemarin meluncurkan buku Paradoks Indonesia untuk saudara-saudara kita yang tunanetra agar mendapatkan informasi yang sama tentang perkembangan Indonesia,” tandas Andre.(Jft/PKKT)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...