21 January 2019

Bobrok, Prof Hamdi Muluk UI Dulu Memuji-Muji Jokowi. Kini, Apa Kata Rakyat, Dunia dan Mana Tanggung Jawabnya?

JAKARTA- Dikecam publik, pujian pakar psikologi yang mendadak jadi  pengamat dari Universitas Indonesia (UI), Prof Hamdi Muluk, terhadap Jokowi di masa lalu, karena dianggap menjerumuskan bangsa jadi rusak dan tak menentu begini. Hamdi adalah penganut Jokowisme, serba pro-Jokowi, dan menyatakan Jokowi calon presiden yang baik. Padahal Jokowi lembek,lelet dan tak kredibel serta mengalami krisis legitimasi dan otak/nalar tidak nyandak. 

Hamdi Muluk menganggap ada empat kelebihan Joko Widodo alias Jokowi yang membuatnya menjadi figur terpopuler sebagai calon presiden. Kelebihan Jokowi, yang pertama adalah karena memiliki jiwa kepemimpinan dan integritas. Hal itu dapat dilihat selama memimpin Jakarta, Jokowi memiliki citra baik karena dinilai jujur, amanah, dan memiliki empati sosial.

Kedua, Jokowi memiliki political branding yang kuat, misalnya blusukan, baju kotak-kotak, dan lainnya. Faktor ketiga adalah Jokowi mampu menggoda publik sehingga menjadi kasmaran kepadanya. Atas dasar itu, Hamdi yakin kejelekan Jokowi yang diembuskan oleh lawan politiknya tak akan mampu menjatuhkan kepercayaan publik padanya, dan lagi rakyat makin teredukasi dan punya nurani. Ketiga, ada teori epidemi sosial. “Ini seperti wabah yang tidak bisa distop. Wabah ini baru akan berhenti ketika orang sudah nyoblos Jokowi.” Keempat kelebihan itu menjadi modal besar karena tidak dimiliki secara utuh oleh figur lain dan membuat keinginan publik pada pencapresan Jokowi tak terbantahkan.

Saat ini, menurut Hamdi ada semacam fenomena atau fakta sosial yang menggambarkan keinginan publik agar Jokowi menjadi presiden berikutnya. Sejumlah hasil survei dianggapnya ikut menguatkan analisis tersebut karena figur yang mencuat sebagai calon presiden terus mengerucut. “Jokowi angkanya naik terus, tidak terbantahkan. Artinya, keinginan publik makin mengerucut inginkan Jokowi jadi presiden.” Itulah puja puji Hamdi Muluk untuk Jokowi sebelum coblosan Pilpres 2014. Kredibilitas Hamdi, juga Sukardi Rinakit dari SSS, Prof Ikrar Nusa Bhakti dari LIPI dan sebagainya yang memuja muji Jokowi dengan argumentasi akademisnya, jelas menyesatnya publik. Para pakar itu telah menyesatkan rakyat ke jurang ketidakpastian, dan kondisi sosial ekoomi rakyat makin jeblok di era Jokowi. Kini apa hasilnya Jokowi?

Hamdi Muluk kini harus menjilat ludahnya sendiri, sebab pujiannya bagi Jokowi itu lebay, basi, ngawur dan dia tak bertanggung jawab pula. Itulah ilmuwan kelas teri dari UI yang asal njeplak juga demi Jokowi sebelum dan selama pilpres.. Inilah kritik dan koreksi publik bagi Hamdi Muluk yang  diduga punya ''kepentingan bercokol'' ketika memuji-muji Jokowi, diduga demi imbalan dari Jokowi-JK. Bobrok sudah reputasi Hamdi Muluk kini, karena Jokowi terbukti membwa NKRI ke titik nadir, ke tubir jurang.  Banyak kritik dan kecaman kepada Hamdi Muluk-Hamdi Muluk lainnya di media sosial dan di kalangan kaum terpelajar karena Hamdi lebay dan, sori, kelihatan tak suka pada lawan kompetisi Jokowi di pilpres 2014. Jokowisme-nya kini menuai krisis kepercayaan.  Kini nasi sudah jadi bubur, dan Hamdi Muluk kredibilitasnya hancur. Quo vadis psikologi UI kalau kualitas profesornya buruk kayak gini? (Subandi, jurnalis warga).

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...