16 September 2019

BNN Temukan Ekstasi Jenis Baru, Efeknya 10 kali Lebih Parah

KONFRONTASI -  Badan Narkotika Nasional (BNN) menemukan ekstasi yang mengandung zat baru. Dari sebuah sindikat yang ditangkap di Bekasi beberapa waktu lalu, narkoba itu memiliki efek 7-11 kali lebih parah dibanding ekstasi biasa.

Kepala BNN Komjen Heru Winarko mengatakan, didapatnya narkotika jenis baru itu dari hasil pengungkapan pada 12 Mei lalu di Bekasi. Dimana tiga pelaku AF, E, dan ZC diamankan dengan barang bukti sabu 182,91 kilogram. “Selain sabu, petugas juga mengamankan 48.672 butir ekstasi dari sindikat itu,” katanya, Jumat (28/6/2019).

Dikatakan Heru, pihaknya pun melakukan pemeriksaan terhadap barang bukti yang berhasil diamankan. Hasilnya, dari uji laboratorium terhadap kandungan ekstasi, efeknya 7-11 kali lebih parah dibanding ekstasi biasa.

“Kita tanya itu biasa disebut apa, para tersangka bilang tak ada nama khusus,” ungkapnya.

Heru menambahkan, bila ekstasi tersebut dikonsumsi oleh pecandu baru, maka tubuh mereka tak bakal kuat menanggung efek ekstasi yang dikonsumsi. Hal itu sangat membahayakan karena ada kemungkinan bisa menyebabkan kematian.

“Coba kalau kita bayangkan orang yang baru pakai itu, langsung masuk ke rumah sakit,” ujarnya.

Ditambahkan Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Irjen Arman Depari, ekstasi yang beredar di Indonesia umumnya hanya mengandung zat MDMA dan MDA. Dan untuk jenis baru ini, diketahui terbuat dari tiga zat berbeda yang digabung jadi satu.

“Kandungan yang ada di ekstasi ini bahannya katinon, pentilon, cannabinoid sintetis,” ungkapnya.

Menurutnya, ekstasi itu juga, memiliki kandungan yang sangat keras dari yang pernah di ungkap BNN. Pasalnya, saat ini narkotika yang terbilang keras terdiri dari krokodil atau gorila. “Ini efeknya lebih parah, sangat keras dan bahkan bisa menyebabkan kematian,” pungkasnya.

.(jft/Republika)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...