23 October 2019

BNN Bersama LDII Bekasi Berkomitmen Perangi Bahaya Narkoba

KONFRONTASI -   Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Pengurus Cabang Lembaga Dakwa Islam Indonesia (PC LDII) Kecamatan Bekasi Timur berkomitmen memerangi bahaya narkoba.

Hal itu dinyatakan dalam kegiatan bersama yang digelar pada Minggu (06/01/2019) lalu. Kegiatan dihadiri 800peserta undangan dari Anggota DPR, Babinsa Aren Jaya, Bimaspol Aren Jaya, Tokoh Masyarakat RW/RT, Pengurus PC/PAC, para pemuda-pemudi generasi penerus LDII Kecamatan Bekasi Timur di Masjid Baitul Mukmin.

Anggota DPR Ibu Wenny Haryanto dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan tersebut. Kegiatan itu dianggap mampu memberi wawasan terhadap para generasi muda LDII.

“Sekarang, Indonesia sedang darurat narkoba.Temuan BNN di dapil saya Kota Depok ada 2 pabrik narkoba skala besar, sabu kualitas terbaik sekitar 15-20 kilogram dan produksi pil ekstasi 10 ribu ekstasi setiap harinya,yang di kendalikan oleh tahanan di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta Timur,” tutur Wenny yang merupakan anggota Komisi III dan menjadi mitra BNN itu, dalam siaran pers, Kamis (10/01/2019).

Ketua PC LDII Kecamatan Bekasi Timur H Ozi Fahruji mengatakan, kegiatan berjalan dengan lancar dan sukses. Para narasumber dari BNN, tamu undangan dan generasi muda hadir dalam kegiatan sosialisasi ini. Tentu

“Kegiatan ini bertujuan agar warga LDII Kecamatan Bekasi Timur mengerti akan bahayanya narkoba, bila mengkonsuminya, apalagi menyimpan obat-obatan terlarang, termasuk hukumannya,” ungkap H.Ozi Fahruji, dalam pembukaannya yang juga caleg Golkar No 8 Dapil Bekasi Timur dan  Bekasi Selatan.

Deputi Pemberdayaan Masyarakat Badan Narkotika Nasional (BNN),Irjen Pol Drs. Dunan Isja, MM berkesempatan menyampaikan materi pada Pengajian remaja dan Sosialisasi Bahaya Narkoba pada Generasi Penerus (Generus) LDII Kecamatan Bekasi Timur.

Irjen Pol Drs Dunan Isja menyampaikan, sebagai generasi penerus, para pemuda harus jeli dalam mengantisipasi masuknya narkoba. Hal yang paling mudah ialah dengan peduli terhadap anggota keluarga, teman, dan orang terdekat.

Ia juga menjelaskan Inpres No 6 tahun 2018 yang ditandatangani oleh Presiden Jokowi, BNN mengajak pada seluruh stake holders agar bisa bekerja sama.

“Sehingga pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN) ini berjalan dengan baik terutama dukungan dan peran serta masyarakat dan LDII,” ujar Dunan.

Dia juga berharap, dari kegiatan itu, BNN memperoleh agen-agen pemberantas narkotika di LDII. “Dalam Kegiatan ini kami berterima kasih kepada PC LDII Bekasi Timur karena menambah agen-agen baru untuk mengedukasi masyarakat terutama generasi muda yang menjadi rantai termudah,” ujarnya.

Dia menjelaskan, BNNmembutuhkan mitra dalam menanggulangi penyalahgunaan narkoba sebagai permasalahan bangsa. “Bagaimana jika generasi kita hancur oleh Narkoba? Tentu kita tidak ingin hal itu terjadi, maka perlu tanggung jawab kita bersama, dalam upaya menyelamatkan generasi muda dari bahaya Narkoba dan benteng terbaik adalah agama,” ujar Dunan.

Selain itu, ia menambahkan, berbagai modus pengendaran narkoba memang sudah beragam. Bandar narkoba juga sudah tidak pilih-pilih dalam mencari korbannya. Bahkan sampai anak SD pun sudah terkena.

BNN juga menghimbau bahwa bila ada kenalan yang terlibat narkoba, hendaknya segera di rehabilitasi. Di akhir kegiatan ini, Deputi Dayamas BNN menyematkan Pin kepada Duta Anti Narkoba LDII Bekasi Timur.

Kegiatan ditutup oleh Ketua DPD LDII Kota Bekasi Ir H Ary Widjanarko. Dia mengingatkan, awal tahun 2019 tantangan ke depan sudah menanti. Indonesia mempunyai musuh besar yaitu Korupsi, Narkoba dan degradasi mental bangsa (SARA/HOAX).

“Dan hari ini kita sudah mulai mengawali dengan sosialisasi Narkoba untuk generasi penerus LDII. Melalui kegiatan ini, diharapkan kerja sama yang sinergis memperkuat upaya penyelamatan generasi bangsa dari ancaman narkoba.Tentu kami harapkan kami bahwa generasi LDII Kota Bekasi menjadi generasi unggul yang berakhakul karimah, alim dan fakih, mandiri, berprestasi dan terhindar dari bahaya narkoba,” ujarnya.(Jft/sinaRkeAdilAn)

 
 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...