26 May 2019

Benarkah Game Kekerasan Ikut Memicu Penembakan Brutal di Selandia Baru? Begini Menurut Hasil Riset

KONFRONTASI -  Benarkah penembakan brutal di Masjid kota Christchurch Selandia Baru oleh Brenton Tarrant sebagai dampak dari menonton video kekerasan?

Pertanyaan ini selalu mengemuka setiap kali terjadi aksi terorisme brutal.

Selalu muncul pertanyaan, adakah kaitan antara kebiasaan menonton game / permainan berbau kekerasan dan efeknya terhadap agresivitas menyerang orang lain?


Brenton Tarrant, secara brutal menembaki jamaah masjid yang hendak menunaikan ibadah Salat Jumat di Selandia Baru, Jumat (15/3/2019).

 Kisah Pengurus Masjid Christchurch Selandia Baru Hadang Teroris dan Merebut Senjatanya Tapi Gagal

Korban penembakan teroris di Selandia Baru dievakuasi.

Korban penembakan teroris di Selandia Baru dievakuasi. (TV New Zealand/AFP)

Tindakan biadab Tarrant, yang tak mengenal prikemanusian, membuat kaget sejumlah orang yang mengaku kenal dengannya.

Sebanyak 49 orang tewas akibat serangan membabibuta Tarrant dan senjata laras panjangnya.

Mengutip Kompas.com, perdebatan mengenai adanya hubungan antara game dan film bertema kekerasan dengan sifat agresif dalam kehidupan nyata telah cukup lama berlangsung.

Brenton Tarrant, pria biadab yang melakukan aksi penembakan brutal para jamaah Salat Jumat di Selandia Baru.

Brenton Tarrant, pria biadab yang melakukan aksi penembakan brutal para jamaah Salat Jumat di Selandia Baru. (heavy.com)

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan, bahwa orang-orang yang bermain video game kekerasan dapat menjadi lebih peka terhadap kekerasan, menjadi lebih agresif, dan menunjukkan tingkat empati yang lebih rendah.

Tetapi, tim peneliti di Jerman mengatakan, dalam jangka panjang, game atau film bertema kekerasan dengan perilaku agresif tidak ada hubungannya.

Namun, dalam jangka pendek kemungkinan ada. (Jft/PortalBangsa0

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...