9 December 2019

Belum Juga Surut, Buntut Kasus Saut Situmorang

KONFRONTASI -  Buntut persoalan Saut Situmorang dan HMI belum selesai. Pasalnya, mantan Menteri Perindustrian Fahmi Idris yang juga tokoh HMI sudah mendatangi ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan ingin membuat perhitungan dengan Saut Situmorang.

Berbagai kalangan HMI dan alumninya sungguh sakit hati karena Saut dalam sebuah acara di televisi mengatakan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang jadi pejabat negara berperilaku korup, jahat. Ini tudingan yang tidak main-main.

Fahmi Idris, Anggota Majelis Penasihat Keluarga Alumni HMI itu, juga mengaku sakit hati karena selama menjadi pejabat negara tidak pernah korupsi sebagaimana yang disebutkan Saut.

"Saya berhak membela diri, saya ingin ketemu dia. Saya ingin minta bukti, 'Kau (Saut, red) bisa buktikan tidak?" kata Fahmi Idris di KPK, Jakarta, Kamis (12/5/2016).

Fahmi Idris mengatakan Saut harus dituntut secara hukum karena telah menghina HMI sebagai sebuah lembaga. Tuntutan tersebut baru akan selesai jika Saut mundur dari KPK.

Dalam pernyataan yang dirilis HMI, Saut disebut mengeluarkan pernyataan 'Mereka orang-orang cerdas ketika mahasiswa, kalau di HMI minimal LK (Latihan Kepemimpinan, red) I, tapi ketika menjadi pejabat mereka korup dan sangat jahat'.

Berbagai kalangan mendukung aksi Fahmi Idris yang melancarkan psywar itu seraya menyebut Saut penakut apabila tidak mau bertemu dengan dirinya.

"Artinya penakut lah. Orang yang bersalah itu penakut. Hanya orang yang takutlah yang bersalah," kata Menteri Perindustrian 2005-2009 itu.

Beberapa hari lalu, para aktivis HMI marah besar karena pernyataan Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang itu dan massa HMI mengamuk di depan gedung KPK dengan merusak fasilitas umum seperti tempat sampah dan pembatas jalan. Tak hanya itu, massa HMI juga melempar batu ke arah Gedung KPK dan mengenai kaca gedung itu.

Buntut kasus Saut belum berakhir, hanya sedikit butut. Rasa sakit hati kalangan HMI dan alumninya belumlah surut. Dengan menuding alumni HMI yang jadi pejabat pada korup dan jahat, jelas Saut Situmorang terlanjur bermain api dan dia mungkin tak menduga kalau api itu kini nyaris membakarnya sendiri.

Dalam persepsi HMI, sikap jumawa atau arogansi Saut , meski sudah meminta maaf, secara hukum masih menuai kemelut. Sekali lagi, perkara Saut belum usai dan surut. (Juft/ Inilah )

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...