13 November 2019

Begini Rayuan Halus Golkar untuk Minta Kursi di Kabinet

KONFRONTASI-Rencana mengusung Joko Widodo (Jokowi) dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) pada 2019 mendatang menjadi salah satu agenda Rapimnas yang bakal digelar Partai Golkar.

Namun, langkah itu dianggap hanya sebagai salah satu manuver politik yang dilakukan Partai Golkar terhadap pemerintahan saat ini.

Menurut pengamat politik asal Universitas Nasional, Mohammad Hailuki, langkah Partai Golkar untuk mengusung Jokowi dalam Pilpres 2019 sebagai bagian dari upaya Partai Golkar untuk bisa mendapatkan kursi di kabinet dalam reshuffle kabinet mendatang. Luki pun menyebut, langkah itu sebagai rayuan halus yang dilakukan Partai Golkar.

''Itu rayuan halus untuk meminta kursi kabinet bagi Golkar dalam reshuffle kabinet yang akan dilakukan pasca lebaran ini,'' ujar Hailuki dilansir Republika.co.id, Senin (11/9).

Lebih lanjut, Hailuki menyatakan, sebelumnya, tepatnya pada saat gelaran Musyawarah Nasional (Munas) Golkar, beberapa waktu lalu, sudah ada persetujuan politik antara Presiden Jokowi dengan Partai Golkar.

Indikasi itu pun dapat terlihat dari keputusan Partai Golkar untuk keluar dari Koalisi Merah Putih (KMP) dan mendukung pemerintahan Jokowi-JK. ''Nah, deal kursi kabinet itu yang ditagih secara halus oleh Golkar,'' katanya.

Hailuki menilai, langkah atau manuver politik yang dilakukan Partai Golkar ini pun disesuaikan dengan karakter dan pendekatan budaya dari Presiden Jokowi, yang kental dengan budaya jawa. Pendekatan atau rayuan halus yang dilakukan Partai Golkar ini dianggap sesuai dengan budaya politik dari Jokowi.

''Karena Jokowi orang jawa (Solo), maka dengan pendekatan budaya politik Jawa menagih, tidak mesti langsung verbal meminta jabatan. Tapi dengan cara lain, seperti yang dilakukan Golkar ini. Bisa dikatakan, ini jurus menagih janji politik yang 'Jawani' alias politik kromo inggil,'' kata Hailuki, yang juga peneliti di Centre for Indonesia Political and Social Studies (CIPSS) tersebut.[mr/rol]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...