21 March 2019

Begini Konstruksi Keterlibatan Idrus Marham dalam Suap PLTU Riau-1

KONFRONTASI -   Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menyebutkan Idrus Marham mengetahui dan ikut andil atas penerimaan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eny Maulani Saragih dari Johannes Budisutrisno Kotjo yang merupakan pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited.

Penerimaan itu dilakukan sejak 2017 hingga Maret dan Juni 2018.

"IM diduga mengetahui dan memiliki andil terkait dengan penerimaan uang oleh EMS dari JBK," jelasnya saat jumpa pers di kantornya, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (24/8).

Penerimaan itu, kata Basaria, dilakukan sekitar November-Desember 2017. "Diduga EMS menerima Rp 4 miliar kemudian sekitar bulan Maret dan Juni 2018 diduga EMS menerima sekitar Rp2,25 miliar," jelasnya.

Kemudian, lanjut Basaria, Idrus juga mendorong proses penandatanganan Purchase Power Agreement (PPA)/jua| beli dalam proyek pembangunan PLTU mulut tambang Riau 1.

"Selain itu, IM juga diduga telah menerima janji untuk mendapatkan bagian yang sama besar dari jatah EMS sebesar USD 1,5 juta yang dijanjikan JBK apabila PPA Proyek PLTU Riau 1 berhasil dilaksanakan oleh JBK dan kawan-kawan," ungkapnya.

Atas dugaan tersebut, KPK pun mentersangkakan Idrus Marham melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah dlubah dengan UndangUndang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tlndak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP atau Pasal 56 ke 2 KUHP Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP. (Jft/Skala)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...