19 December 2018

Beban Utang dan Korupsi Bebani Rakyat. Nawacita Jokowi Gagal, kata Aktivis Senior Bennie Akbar Fatah

KONFRONTASI- Mantan pimpinan KPU 1999 yang juga aktivis 1966 Bennie Akbar Fatah menilai, utang RI sudah sangat besar lebih dari  Rp5000 trilyun, maka beban utang itu memberatkan rakyat. Pertemuan IMF-World Bank di Bali  pekan ini hanya menambah beban utang yang sudah segunung itu. Sementara kebocoran dan korupsi era Jokowi meluas, maka siapapun pemenang Pilpres 2019 sangat berat mengatasi masalah ekonomi akibat korupsi dan utang berttumpuk itu.

Bennie Fatah mengingatkan pemerintah bahwa  dengan mengandalkan utang luar negeri, maka beban ekonomi ditanggung rakyat. ‘’Harga sembako naik, harga energy naik, dan harusnya Jokowi  memanfaatkan kekayaan alam untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri. Banyaknya utang dan korupsi dan kebocoran telah menjadikan bangsa kita terus merugi. Nawacita gagal dan revolusi mental jadi banal dan gagal,’’ kata Bennie Fatah.

Bennie mendukung pernyataan capres Prabowo Subianto  bahwa Negara kita  yang begini kaya, yang oleh ahli-ahli dunia dinilai kita keenam terkaya di dunia , ternyata kebanyakan utang dan kebocoran .

Pasalnya, tegas Prabowo, dengan kekayaan mineral yang dimiliki seperti nikel, minyak bumi, batu-bara dan lainnya, Indonesia semestinya sudah bisa menjadi negara industri raksasa.

Menurut Bennie,  akibatnya, ekonomi rakyat makin miskin, meski seolah banyak mobil dan kendaraan sampai desa mengesankan ini bangsa kaya. ‘’Padahal hidupnya miskin dan kualitas SDM rakyat kita  umumnya rendah,’’kata Bennie, aktor senior Gerakan Reformasi 1998 (ff)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...