23 September 2019

Bayar Saham Freeport 51,2%, Fahri Hamzah Sebut Bisa Jadi Skandal Raksasa Lebih dari Skandal Bank Century?

KONFRONTASI- Keberhasilan PT Inalum (Persero) resmi membeli sebagian saham PT Freeport Indonesia ternyata mencuri perhatian Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah.

Terkait dengan pengalihan saham, INALUM telah membayar 3.85 miliar dollar AS kepada Freeport McMoRan Inc. (FCX) dan Rio Tinto, untuk membeli sebagian saham FCX dan hak partisipasi Rio Tinto di PTFI sehingga kepemilikan INALUM meningkat dari 9.36 persen menjadi 51.23 persen.

Kepemilikan 51.23 persen tersebut nantinya akan terdiri dari 41.23 persen untuk INALUM dan 10 persen untuk Pemerintah Daerah Papua.

Saham Pemerintah Daerah Papua akan dikelola oleh perusahaan khusus PT Indonesia Papua Metal dan Mineral (IPPM) yang 60 persen sahamnya akan dimiliki oleh INALUM dan 40 persen oleh BUMD Papua.

Pemerintah melalui Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Bambang Gatot Ariyono telah menyerahkan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) kepada PT Freeport Indonesia.

Hal ini menandakan Indonesia resmi memiliki 51,2 persen saham PTFI. 

Dikutip dari akun twitter politikus PKS @Fahrihamzah, menuding praktik-praktik skandal Bank Century dimungkinkan terjadi pada proses akuisisi PT Inalum terhadap Freeport, Sabtu (22/12/2018).

Pendapat Fahri ini dilontarkan atas pengalamannya sebagai anggota dari Panitia Khusus (Pansus) Skandal Bank Century. 

Baca: Kuasai Freeport 51,2 %, Mahfud: Pemerintah SBY Upaya Tapi Gagal, Jokowi Kesulitan Tapi Berhasil

Baca: Ratusan Masyarakat Gelar Aksi Bela Muslim Uyghur

"Kita sebagai warga negara yang baik, memberi nasehat kepada presiden @jokowi dan kabinetnya bahwa suatu hari kesalahan hari ini akan dipersoalkan. Dan sudah sering kita lihat akhir dari kebijakan yg salah di masa lalu. Terbongkar di masa depan. #InalumFreeport," cuit Fahri Hamzah.

Fahri mengingatkan bahwa skandal Bank Century yang menurutnya dihasilkan dari keputusan yang terlalu cepat. 

Bahkan ada yang mengambil momen dari keberhasilan akuisisi Freeport 51.2 persen.

Baca: Tiba Hari Natal, MUI Kalbar Tegaskan Larangan Ucapkan Selamat Natal Bagi Umat Islam

"Ini saran saja. Terserah mau terima atau tidak. Saya ingatkan #SkandalBankCentury di masa lalu. Pada saat keputusan terburu2 diambil, ada saja pihak lain yang memanfaatkan situasi. Niat “menguasai 51% “ terasa sangat mulia. Tapi mulia untuk siapa? #InalumFreeport,".

 

Bahkan dalam twitnya, Fahri Hamzah mengungkapkan dari skandal bank Century yang terjadi sekitar 10 tahun menyisakan 'sandera'.

Fahri pun menautkan berita online yang menyeret Wapres Boediono dimana KPK RI saat ini tidak berhasil melaksanakan perintah tersebut. 

Didalam tautan berita online itu, KPK RI belum melaksanakan perintah pengadilan yakni menetapkan status tersangka bagi mantan Wapres era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu. 

Tautan berita sedikit menggelitik, pasalnya Fahri kerap mengkritik KPK dalam pemberantasan korupsi dengan OTT nya.

Namun dalam tautan tersebut, Fahri seakan memberikan 'dukungan' kepada KPK dengan mengingatkan netizen terkait Skandal Bank Century dan dugaan aktor di balik itu.

Politikus PKS ini kembali menegaskan apa yang dilakukan Inalum terhadap akuisisi PT Freeport hari ini bukan merupakan hasil orang-orang yang berbuat dari 'Kesempatan dan Kesimpitan'. 

Meskipun Fahri menuding pasti ada yang melakukan tindakan tersebut. Bahkan Fahri menuding akuisisi Freeport bisa jadi skandal transaksi luar biasa.

 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...