22 November 2019

Bawa Logistik, Deddy Mizwar Terjun Langsung Ke Lokasi Banjir

Konfrontasi - Wakil Gubernur Jawa Barat H Deddy Mizwar mengirim dan menyerahkan bantuan bagi warga korban banjir di kawasan Baleendah dan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Selasa.

Wagub yang didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar Haryadi mengunjungi titik-titik pengungsi.

Bantuan yang diserahkan berupa bahan makanan, makanan pengganti ASI, serta beberapa kebutuhan lain.

"Meski dalam kondisi bencana dan genangan, tapi hati harus tetap terjaga dan tetap beraktivitas sebisa yang diupayakan. Jangan menyerah," kata Deddy Mizwar.

Dalam kesempatan itu, Deddy mengunjungi posko bencana alam di Kecamatan Dayeuhkolot, ia juga menyapa dan berdialog dengan warga korban banjir.

Pada kesempatan itu, ia menyebutkan pemerintah akan membangun 22 unit waduk dan tiga folder di kawasan rawan banjir di Baleendah dan Dayeuhkolot.

"Saat ini sudah ada dua folder di Parunghalang dan Citepus, namun belum berfungsi maksimal. Seharusnya nanti bisa dimaksimalkan," katanya.

Waduk kecil dan folder itu akan dilengkapi dengan pompa air untuk mempercepat penurunan permukaan banjir atau bahkan meminimalisasi genangan di sejumlah titik.

"Nantinya selain dibangun juga harus dipelihara dan difungsikan maksimal, begitu ada air pompanya harus berjalan sehingga tidak keburu tersaput air," katanya.

Sementara itu data dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum menunjukkan telah dilakukan upaya meminimalisasi banjir di kawasan itu. Salah atunya dengan melakuka pembebasan lahan di kawasan Cieunteung yang merupakan daerah paling rawan banjir.

Di kawasan itu ditargetkan mampu membebaskan lahan seluas lima hektare yang akan menjadi waduk penampung air. Pembebasan lahan masih menjadi kendala untuk merealisasikan program itu.

"Pengerukan sudah dilakukan, namun kiriman sedimen dari hulu Citarum cukup tinggi. Kiriman sedimen mencapai 500 ribu meter kubik ke Citarum," kata Suwarno dari BBWS Citarum.

Sementara itu banjir di Bandung selatan masih teru meluas menyusul hujan teras di kawasan hulu DAS Citarum masih berlangsung. Selain menggenang 15.000-an rumah dan membuat 6.000 warga mengungsi, juga merendam sejumlah ruas jalan di kawasan itu sehingga memutus arus lalu lintas.

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...