19 December 2018

Bank Dunia Kritik Kebijakan Pemerintah Indonesia Soal Beras

KONFRONTASI -  Tidak sinkronnya antara produksi beras yang diklaim pemerintah surplus, dengan kondisi pasokan beras di lapangan, malah membuat harga beras bergejolak.

Poverty Analyst Bank Dunia, Maria Monica Wihardja mengungkapkan, ada beberapa kebijakan yang dinilai tak manjur dalam mengendalikan harga dan menjaga stok beras di dalam negeri

"Ada dampak psikologis, apalagi di bulan Januari perlu ada stok (Bulog) yang cukup tinggi. Ditambah stok tipis dan pemerintah mengeluarkan sentimen anti impor, maka pedagang sudah tahu bahwa harga akan naik, makanya ditimbun," kata Maria ditemui di acara Ketahanan Pangan Indonesia, Pakarti Center, Jakarta, Rabu (4/5/2016).

Maria mengungkapkan, persoalan lainnya yakni terlambatnya keputusan impor beras. Menurutnya, selama bisa diatur dengan perencanaan yang baik, beras impor tidak akan merusak harga di tingkat petani. Bahkan, beras bisa disimpan di negara eksportir dan bisa didatangkan kapan saja sesuai kesepakatan.

"Waktu lalu kita telat (impor). Ternyata Filipina sudah pesan dari Thailand dan Vietnam, akhirnya kita tidak bisa capai target impor kita yang 1,5 juta ton. Kita akhirnya harus cari lagi dari India, Pakistan, Myanmar dan lainnya," ungkap Maria.

"Misalkan sudah ada perjanjian yang akan kita impor, ini impor beras tidak harus dikeluarkan langsung dan kita bisa simpan. Pada saat perlu dan produksi rendah bisa kita keluarkan. jadi perhitungannya jauh-jauh hari," tambahnya.

Kebijakan lainnya yang kurang tepat terjadi dalam tata niaga, yakni operasi pasar (OP) beras yang lebih banyak menyasar pedagang perantara, ketimbang menjualnya pada konsumen akhir.

"Sudah begitu OP yang masih banyak problem dalam implementasi. Maka biar pun (OP) tinggi di September, malah didistribusikan di pedagang besar, bukan di masyarakat langsung. Padahal di pedagang bisa saja kemudian mengoplos dan menimbun lagi, masih bayak masalah di pasar," jelasnya.(Juft/Detik)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...