20 May 2019

Bang Uchok: Jokowi Sengaja Angkat Rizal Ramli Jadi Menko untuk Batasi Kekuatan dan Kekuasaan JK

KONFRONTASI-Pengamat politik anggaran Centre For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi meyakini Presiden Jokowi tidak akan menegur Menko Maritim Rizal Ramli (RR) terkait ajakan RR kepada Wapres Jusuf Kalla (JK) soal rencana pembangunan pembangkit listrik 35.000 megawatt. RR menilai, ada hal yang perlu diluruskan dari proyek tersebut.

Termasuk permintaan RR kepada Menteri BUMN Rini Soemarno agar membatalkan rencana pembelian 30 unit pesawat jenis airbus 350 oleh PT Garuda Indonesia Tbk.

"Penolakan Rizal Ramli itu sudah tepat. Jadi, Presiden tidak akan menegur dia (Rizal Ramli)," ungkap Uchok, Rabu (19/8)..

Menurutnya, Jokowi juga sengaja menggunakan RR untuk membatasi kekuatan dan kekuasaan JK di pemerintahan.

"Sebagai orang Jawa, Jokowi tidak mau berkonflik dengan JK. Maka digunakanlah Rizal Ramli," ungkap Uchok.

Soal ajakan debat RR kepada JK tersebut menurut Uchok juga tidak ada masalah, karena Uchok yakin masalah proyek itu sudah didebatkan di ruang rapat, tapi tidak menemukan titik terang.

"Jadi wajar didebatkan di ruang publik, biar semua tahu" tukas Uchok.

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengaku telah menegur Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli dalam sidang paripurna kabinet yang berlangsung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (19/8/2015). Kalla mengingatkan Rizal untuk disiplin dan menjunjung etika pemerintahan.

"Saya tadi sampaikan kepada dia bahwa menteri tidak boleh begitu di sidang kabinet. Saya kira semua orang marah (kepada Rizal)," kata Kalla di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Rabu.

Ia membantah ada upaya pihak lain yang memediasi dia dengan Rizal. Selaku Wapres, Kalla berhak menegur langsung Rizal. "Kenapa tidak? Saya kan Wapres. Sudah (disampaikan kepada Rizal) dalam rapat," ucap Kalla.

Terkait tegurannya ini, Kalla mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo sepakat dengannya.

Sebelumnya, Kalla menilai tidak etis jika Rizal "menantangnya" berdebat secara terbuka mengenai proyek pembangunan pembangkit listrik 35.000 megawatt. Rizal berpendapat bahwa ada yang perlu diluruskan dari proyek itu. Ia menganggap proyek tersebut tidak realistis sehingga perlu dievaluasi. Rizal pun mengajak Kalla untuk mendiskusikan hal ini dalam forum umum.

Sementara itu, Kalla menyampaikan bahwa pembangunan pembangkit listrik 35.000 megawatt merupakan suatu kebutuhan. Infrastruktur kelistrikan harus dibangun sebelum membangun industri.

Wapres juga membantah jika proyek itu disebut sebagai proyek ambisiusnya yang belum tercapai ketika menjabat sebagai Wapres saat mendampingi Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono. Kalla menegaskan bahwa proyek ini merupakan proyek pemerintah yang diresmikan Presiden Joko Widodo.

[mr/rmol]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...
Minggu, 19 May 2019 - 20:59
Minggu, 19 May 2019 - 20:58
Minggu, 19 May 2019 - 20:55
Minggu, 19 May 2019 - 20:51
Minggu, 19 May 2019 - 20:42
Minggu, 19 May 2019 - 20:35
Minggu, 19 May 2019 - 20:28
Minggu, 19 May 2019 - 20:24
Minggu, 19 May 2019 - 20:21
Minggu, 19 May 2019 - 20:12
Minggu, 19 May 2019 - 20:05
Minggu, 19 May 2019 - 19:54