18 October 2018

Arief Poyuono: Ada Operasi Terstruktur Mencopot Tito Dari Posisi Kapolri

KONFRONTASI -  Ada konspirasi menjatuhkan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian. Dugaan itu menyusul mencuatnya kembali dugaan pengrusakan barang bukti kasus suap oleh dua penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPP) dari unsur kepolisian. Dalam laporan investigasi Indonesialeaks, muncul nama Tito saat masih menjabat Kapolda Metro Jaya, dalam daftar penerima uang yang diberikan oleh pengusaha CV Sumber Laut Perkasa tersebut.

"Ada keanehan yang jadi sasaran tembak hanyalah Tito Karnavian. Ini sebuah bentuk ketidakadilan terhadap Tito Karnavian yang sepertinya ada operasi terstruktur untuk mencopot Tito Karnavian dari posisi Kapolri," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono kepoada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (11/10).

Menurut dia, catatan yang teruang dalam buku merah milik Serang Noer IR tidak bisa serta merta dijadikan bukti adanya aliran dana suap ke Tito. Bukti itu harus disokong bukti lainnya seperti waktu dan pemberi suap.

"Kasihan juga Tito Karnavian kalau di-bully dan dihabisi di media dengan cara-cara yang tidak bermartabat dan tidak sesuai fakta hukum yang sebenarnya," kecamnya.

Arief menegaskan, dokumen yang dipublikasi Indonesialeaks itu belum terbukti kebenarannya. Menurut dia, tidaklah bijak menuding tanpa bukti yang kuat apalagi sampai menghancurkan karir seseorang.

"Jangan sampai dokumen yang belum tentu kebenarannya itu menghancurkan karir seseorang. Jangan dong kasihan.Perlu dicatat ya dugaan perusakan buku menurut Ketua KPK dan Kadivhumas Polri sudah diperiksa oleh KPK dan Polri dan dinyatakan dua penyidik tidak terbukti dan dihentikan penyelidikannya. Itu harus dihormati," pungkasnya.[Jft/Rmol]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...