21 March 2019

Apa Kabar? Jokowi-JK Tak Berdaya: Indonesia Makin Tidak Karuan

KONFRONTASI- Sering saya membaca tentang Indonesia miskin, banyak hutang. Saya sering berpikir apakah benar pernyataan-pernyataan tersebut diatas, walau terkadang saya sering ragu terhadap pernyataan itu.
Kenapa saya ragu, ketika di jalanan saya melihat banyaknya mobil-mobil mewah bermunculan di jalan, dari merek terkenal dengan harga yang cukup fantastis seperti Jaguar, Porche, Ferrari, Mercedes, BMW, Toyota Alphard, Landcruiser, dan masih banyak lagi. Apakah hal tersebut tidak mengidentifikasikan besarnya daya beli masyarakat Indonesia.
Setiap saat pabrik seluler manca negara meluncurkan gadget seri terbarunya di Indonesia, karena pasar Indonesia sangat potensial, banyak orang ingin menjadi orang pertama yang ingin membeli gadget tersebut meskipun harga yang fantastis, dan akan jatuh drastis pada beberapa bulan kedepan. Hebat suatu fenomena yang berbeda dengan penggambaran Indonesia yang miskin.
Ketika suatu Universitas negeri di ibukota yang notabene adalah pendidikan murah untuk rakyat dirubah setatus menjadi BHMN, dan membuka kelas khusus dimana orang yang mampu tapi kurang pintar dalam pendidikan dapat masuk dengan membayar sejumlah uang yang fantastis kisaran Rp 75jt-lebih dari Rp 100jt untuk dapat masuk, begitu pula dengan Universitas negeri lain yang bersetatus BHMN melakukan hal serupa. Apakah minat masyarakat berkurang terhadap keberadaan kelas khusus tersebut. Nyatanya tidak banyak berita menyatakan kelas khusus tersebut kurang diminati masyarakat. Terdapat gambaran bahwa masyarakat Indonesia pun bisa membayar pendidikan walaupun mahal.
Banyak berdirinya rumah mewah dan apartemen yang mahal di hampir seluruh Indonesia, sebutlah bilangan Cibubur, Sentul, Bogor, BSD, Pondok Indah, di Jakarta, Pakuwon di Surabaya dan hampir di seluruh Indonesia .. pun ada yang dengan iklan HANYA Rp1M ++ , angka Rp1M, disebut dengan kata HANYA … sungguh luar biasa.
Saat banyaknya kepemilikan properties di Singapura dan Malaysia yang dimiliki rakyat Indonesia, apakah hal ini menandakan kemiskinan Indonesia…?
Lihat juga betapa banyaknya mal-mal dibangun di hampir seluruh kota-kota Indonesia. Apakah ini menandakan kemiskinan masyarakat Indonesia.
Banyaknya fashion yang bermerek yang habis terbeli oleh masyarakat dengan harga satuan dimulai +/- Rp 1juta ke atas, karena style dan Jakarta metroseksual memberi peluang besar. Apakah banyaknya pemakaian barang branded ini dapat disebut negara ini miskin.
Jadi masihkah percaya bila masyarakat kita dibilang miskin ?… atau hanya ketimpangan sosial yang semakin tinggi. Sungguh sedih melihat hal ini, dengan semakin hari kebutuhan pokok semakin meningkat sebagian dari masyarakat ini hidup dalam gelimangan harta, mungkin hasil kerja kerasa dengan halal dan sebagian hasil kerja tidak halal,dari korupsi, money laundering, kegiatan illegal lainya.
Itulah mungkin alasan Pemerintah menaikan tariff jalan tol, mengkomersialkan pendidikan, memahalkan rumah sakit, merubah minyak tanah jadi gas, karena rakyat Indonesia dianggap berada semua. 

Hanya bisa berharap dan berdoa semoga semua rakyat Indonesia di beri rejeki yang berlimpah. Amien (Sang Anak Bangsa)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...