16 December 2017

Anies - Sandi Menang, Prabowo: Keserakahan Harus Dihentikan, Kilas Balik

JAKARTA-Kemenangan pasangan Anies-Sandi pada hitung cepat (quick count) putaran kedua Pilkada DKI Jakarta tak luput dari campur tangan Ketum Gerindra Prabowo Subianto. Prabowo pun dielu-elukan sebagai Presiden RI 2019. Prabowo berkata, keserakahan kekuasaan harus dihentikan !  Daulat ekonomi-politik harus ditegakkan demi kepentingan rakyat.

"Prabowo jadi Presiden! 2019!" teriak simpatisannya yang terus menggema di aula kantor DPP Partai Gerindra, Ragunan, Jakarta Selatan, Rabu (19/4/2017).

Anies-Sandi unggul atas Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat, yang dalam sejumlah hitung cepat memperoleh sekitar 42 persen suara. Keberhasilan itu, menurutnya, tak lepas dari peran ketua timses Anies-Sandi, Mardani Ali Sera.

"Kalau dalam tentara dulu kemenangan yang hebat itu karena panglimanya yang hebat dan panglima pemenangan ini tak lain adalah Mardani. Terima kasih, nanti kamu langsung naik dua pangkat," ujar Prabowo.

Seketika itu juga, para relawan dan simpatisan berucap agar Mardani kembali jadi ketua timses Prabowo pada Pilpres 2019. "Mardani jadi timses 2019. Prabowo presidennya," teriak para pendukung.

Tak hanya berterima kasih kepada pasangan Anies-Sandi atas kemenangannya dalam pilkada putaran kedua. Prabowo juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada tokoh ulama, salah satunya Habib Rizieq.

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...