31 March 2020

Anies Dibully Habis-habisan, Berarti Diperhitungkan Secara Politik

KONFRONTASI-Secara politik, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memang perlu diantisipasi. Anies semakin perkasa di survei Pilpres 2024.

Rilis berbagai lembaga survei belakangan, elektabilitas Anies selalu memepet Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto. Kalau ketua umum Partai Gerindra itu tidak maju, Anies lah yang unggul.

Melihat rilis survei tersebut, politisi muda PKS, Indra, mengatakan wajar kalau Anies dibuli, dicaci maki, dan citranya didowngrade. Meskipun dia sudah berusaha keras meminimalisir dampak banjir, termasuk membantu korban.

"Harapan publik kepada Anies begitu tinggi. Jadi kalau dibuli, berarti dia diperhitungkan," ujar advokad yang juga mantan anggota Komisi III DPR ini kepada redaksi, Rabu (26/2).

Per siang tadi, memang masih ada 87 RW yang terdampak banjir atau 3,18 persen dari seluruh RW di Jakarta. Angka ini sudah mengalami penurunan yang signifikan sejak Selasa kemarin (25/2) yang sempat mencapai angka 294 RW (10,6 persen).

Adapun penanganan banjir kali ini lebih cepat jika dibandingkan dengan penanganan banjir pada 1-4 Januari lalu dengan progres 15 persen - 5 persen - 3 persen -0,1 persen. Sementara kondisi pompa air yang berfungsi sebanyak 443 pompa (91 persen).

Kembali kepada rilis survei dan bulian terhadap Anies, Indra menilai ada katakutan dari rival atas ketangguhan Anies. Yaitu, Anies terus bekerja, dan di sisi lain dia tidak memperdulikan haters.

"Anies tipe pemimpin yang bertanggung jawab. Dia tidak memperdulikan politisasi banjir," demikian Indra.

Survei terbaru Indo Barometer: Prabowo Subianto (22.5 persen), Anies Baswedan (14.3 persen), Sandiaga Salahuddin Uno (8.1 persen), Ganjar Pranowo (7,7, persen), Tri Rismaharini (6,8 persen), Agus Harimurti Yudhoyono (5,7 persen), Khofifah Indar Parawansa (3,3 persen), Ridwan Kamil (2,6 persen), Erick Thohir (2,5 persen), Mahfud MD (1,6 persen), dan Puan Maharani (1 persen).

Adapun hasil survei Median: Prabowo Subianto (18,8 persen), Anies Baswedan (15,8 persen), Sandiaga Uno (9,6 persen), Agus Harimurti Yudhoyono (8,3 persen), Ridwan Kamil (5,7 persen), Ganjar Pranowo (5,5 persen), Khofifah Indar Parawansa (5,4 persen), Tri Rismaharini (3,3 persen), Mahfud MD (3,3 persen), dan Gatot Nurmantyo (1,6 persen).

Dan berdasarkan data BMKG, Bappenas, dan BPBD, tahun 2013 (era Jokowi) curah hujan 100 mm/hari, luas wilayah terdampak 240 km2 di 599 RW. Pengungsi 90.913 di 2.250 tempat pengungsian. Tujuh hari baru surut.

Tahun 2015 (era Ahok) curah hujan 277 mm/hari. Luas area tergenang 281 km2 di 702 RW. Jumlah pengungsi 45.813 di 409 tempat pengungsian.

Tahun 2020 (era Anies) curah hujan 377 mm/hari. Luas area tergenang 156 km2 di 390 RW. Jumlah pengungsi 31.232 di 269 tempat pengungsian. Banjir surut setelah empat hari. (mr/rm)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...