26 May 2019

Al Chaidar soal Bom Bunuh Diri Istri AH (HUS) di Sibolga

KONFRONTASI- Pemerhati terorisme Al Chaidar Abdul Rahman Puteh menilai, bahwa terduga teroris berinsial HUS alias AH dan Istrinya yang tinggal di Jalan Cendrawasih, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga, Sumatera Utara, tergabung dalam kelompok Jamaah Anshar Daulah Khilafah Nusantara (JADKN), bukan dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah seperti yang disebutkan oleh Polisi beberapa waktu lalu.

Menurut Al Chaidar, aksi Istri HUS yang meledakkan diri bersama dengan tiga anaknya nya itu merupakan pola familial suicide terorism atau lebih dikenal dengan istilah bom diri keluarga. Mereka meledakkan diri disamping menghindari tertangkap oleh Polisi, juga berusaha melukai setiap petugas yang mencoba meringsek masuk kedalam rumah.

"Bukan JAD, tapi JADKN. Ini, pola bom diri keluarga,"kata Al Chaidar, melalui pesan singkatnya, Rabu 13 Maret 2019.

Lebih lanjut Al Chaidar menjelaskan, seluruh bom yang disimpan didalam rumah pelaku, rencananya akan digunakan untuk melancarkan aksi teror pada tanggal 17 April 2019, tepat dimana Bangsa Indonesia menggunakan hak pilihnya (Pemilu) untuk menentukan siapa pemimpin Lima tahun kedepan.

Mengingat anggota JADKN ini masih sekitar 900 orang yang tersebar disejumlah wilayah dan siap menebarkan aksi teror, Al Chaidar berharap baik Kepolisian maupun otoritas terkait lainnya, dapat meningkatkan kewaspadaan. Karena, mereka bisa saja melakukan aksi teror kapan saja. Tujuannya, membuat suasana keamanan terganggu terutama jelang Pemilu 2019.

"Jamaah Anshar Daulah Khilafah Nusantara ini berdiri sejak tahun 2016 silam. Ada sekitar 900 orang anggotanya. kelompok militan Indonesia ini, berafiliasi dengan Bahrun Naim, ISIS,"tutup Al Chaidar.

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...