20 August 2019

Akun Resmi Rusia Sebut Pengetahuan Tsamara Amany Dangkal dan Minim, Ini Penyebabnya

Konfrontasi - Akun resmi RBTH Rusia untuk Indonesia kecewa dengan pernyataan Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Tsamara Amany tentang sosok Vladimir Putin.

Dikutip dari TribunWow.com, melalui akun Twitter @RBTH Indonesia yang cuitkan pada Jumat (6/4/2018).

Mulanya, PSI melalui Tsamara mengunggah sebuah video. Begini ucapan Tsamara Amany:

"Putin bukan contoh pemimpin yang baik, yang membungkam oposisi dan pers di Rusia sana

Di rusia tidak ada kebebasan beraspirasi seperti di Indonesia.

Bahkan di sana, praktik-praktik korupsi dibiarkan begitu saja,

Kalau kita lihat index presepsi korupsi, Indonesia jauh diatas Rusia.

Nah, kalau sudah tahu seperti itu, yakin mau dijadikan standar kepemimpinan? kalau saya tidak mau ada pemimpin seperti itu di Indonesia."

Video tersebut tersebar dan rupanya mendapatkan tanggapan dari RBTH Russia Beyond Indonesia.

RBTH adalah sebuah penghubung antara masyarakat Rusia dan khalayak asing.

Video Tsamra itu langsung mendapatkan komentar dari akun @RBTHIndonesia.

RBTH meminta agar Tsamara lebih bijaksana dalam mengomentari negara lain, terlebih pengetahuannya sangat minim.

"Kami lihat, Anda punya karier yang sedang naik. Karena itu, kami harap Anda bisa lebih bijaksana ke depannya ketika mengomentari negara lain, apalagi jika pengetahuan Anda tentang negara itu sangat minim. Jika itu kebetulan tentang Rusia, silakan cari tahu banyak hal dari kami."

Soal tindakan korupsi yang disebut Tsamara dibiarkan begitu saja, RBTH memberikan sebuah data.

"Tahukah Anda bahwa di Rusia pernah terjadi penangkapan pejabat secara massal sepanjang sejarah pasca-Soviet. Rusia pernah menghukum 8.800 pegawai negeri Rusia karena kasus korupsi (dalam tempo satu tahun). Banyak? Ya, tentu. Tapi bukan berarti kami MEMBIARKAN sama sekali.

Di Rusia memang ada korupsi, dan ya, besar. Itu betul. Peringkat kami di bawah Indonesia, itu juga betul. Namun, bukan berarti kami tidak melawan korupsi dan membiarkannya begitu saja seperti yang Anda katakan. Ini bukan pernyataan yang main-main."

 

RBTH menilai, bahwa Tsamara harus lebih banyak belajar dan melakukan riset, tidak sembarangan bicara.

"Kami pikir, Anda perlu lebih banyak riset soal negara kami. Kami tidak ikut campur dengan politik Indonesia. Kalau ada politikus Indonesia yang mengidolakan pemimpin kami, kami bisa apa? Anda bisa juga berdiskusi dengan @RusEmbJakarta untuk tahu lebih banyak tentang negara kami."

RBTH mengaku kecewa dengan pernyataan Tsamara itu, yang tentu hal itu menunjukkan ketidakdewasaan dalam berpikir.

"Pernyataan Anda juga sangat disayangkan karena hubungan antara kedua negara kita sangat baik. Anda mungkin bisa tidak sepakat dengan @fadlizon, tapi pernyataan Anda sebagai seorang politikus muda menunjukkan ketidakdewasaan."

Setelah itu, RBTH memberikan klarifikasi itu tidak memihak siapapun, bahkan RBTH menilai itu akan berakibat buruk dalam hubungan kedua belah pihak antara Rusia dan Indonesia.

Kami tidak membela siapa pun, termasuk @fadlizon atau bahkan Presiden Putin. Namun, pernyataan Anda tentang negara kami, bahwa di Rusia tidak ada kebebasan beraspirasi seperti di Indonesia, ini menunjukkan kedangkalan wawasan.

 

Selamat malam @TsamaraDKI. Kami Russia Beyond, media Rusia yang (salah satunya) dalam bahasa Indonesia. Kami pikir di sini ada kesalahpahaman soal pengetahuan Anda tentang politik dan bahkan sistem pers di Rusia. Ini sangat disayangkan sekali."

Diketahui, beberapa waktu lalu Wakil DPR RI, Fadli Zon menuliskan cuitan yang memuji kepemimpinan Vladimir Putin usai berhasil memenangkan pemilu Rusia.

Namun, Tsamara merasa bahwa kepemimpinan Putin tidak layak untuk Indonesia. (trbn/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...