9 December 2019

Akui Cemburu dengan Presiden PKS, Jokowi Peluk Erat Surya Paloh di Kongres Nasdem

Presiden Joko Widodo menghampiri Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh untuk berpelukan setelah berpidato dalam Kongres Nasdem, Senin (11/11/2019).

 

KONFRONTASI -   Presiden Joko Widodo mengakui ia cemburu saat Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh memeluk erat Presiden Partai Keadilan Sejahtera Sohibul Iman.

Hal itu disampaikan Jokowi saat memberi sambutan di penutupan Kongres Partai Nasdem di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Senin (11/11/2019) malam.

Jokowi awalnya mengaku bersyukur sampai saat ini Nasdem terus mendukungnya sejak pilpres 2014 hingga saat ini.

Ia lalu masuk ke pertemuan Surya dengan Sohibul beberapa waktu lalu dan bicara soal pelukan hangat keduanya.

Baca juga: Jokowi: Saya Tak Pernah Dirangkul Bang Surya Seerat dengan Pak Sohibul

Ia menegaskan bahwa momen tersebut tak lantas menandakan Nasdem berkoalisi dengan PKS yang merupakan partai oposisi. Kendati demikian, Jokowi mengakui tetap ada kecemburuan saat melihat momen tersebut.

"Urusan rangkulan Bang Surya dan Pak Sohibul Iman itu hanya masalah kecemburuan. Masalah kecemburuan karena saya memang tak pernah dirangkul seerat itu," kata Jokowi.

"Jadi setelah ini, saya akan peluk erat bang Surya lebih erat dari beliau peluk Sohibul Iman," sambung Jokowi disambut riuh para kader Nasdem.

Jokowi pun menegaskan, meski ia cemburu, namun ia juga menilai tidak ada yang salah dengan pelukan Surya dan Sohibul. Jokowi justru menilai momen tersebut positif bagi bangsa.

"Rangkulan itu apa yang salah. Itu bagus. Sekali lagi semua kembali pada niatnya. Kalau niatnya untuk komitmen kenegaraan apa yang salah. Apa yang keliru," kata dia.

Bukan sekali ini saja Jokowi bicara soal pelukan erat Surya dan Sohibul.

Jokowi juga sebelumnya sempat menyinggung soal momen pelukan itu saat menghadiri HUT Golkar yang juga dihadiri Surya Paloh.

Baca juga: Pelukan Hangat Surya Paloh-Sohibul Iman dan Sindiran Jokowi...

Namun, Jokowi menegaskan ia hanya bercanda dan tak ada maksud untuk menyindir.

"Biasa candaan seorang sahabat yang sudah dekat biasa. Jangan ditanggapi ke sana ke sini. Ada yang curiga, ada yang sinisme, ada yang enggak percaya. Apanya yang salah," kata Jokowi.

Setelah turun dari panggung dan kembali ke kursinya, Jokowi pun memenuhi janjinya dan langsung memeluk Surya Paloh. Momen itu disambut riuh para kader Nasdem yang hadir.

Sepekan terakhir, perpolitikan nasional tertuju pada Partai Nasdem. Aroma keretakan di kubu koalisi tercium setelah pertemuan hangat Ketua Umum Nasdem Surya Paloh dan Ketua Umum PKSSohibul Iman. Ditambah, Nasdem di kongres ke-2 nya memberi panggung pada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan ditambah pidato sindiran Surya Paloh semakin memunculkan adanya isu keretakan Partai Nasdem dengan kubu koalisinya. Akan seperti apa nasib koalisi dan oposisi dalam perpolitikan nasional ke depan?<br /> <br /> Selengkapnya akan dibahas bersama Wasekjen Partai Gerindra, Andre Rosiade, Pakar Komunikasi Politik, Lely Arrianie, dan Ketua DPP Partai Nasdem, Irma Suryani Chaniago.(Jft/Kompas.com)

 

 

 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...