13 December 2017

Akhirnya Hakim Menolak Permohonan Praperadilan Jonru Ginting

KONFRONTASI  - 

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak permohonan praperadilan yang diajukan Jon Riah Ukur alias Jonru Ginting. Hakim menilai penetapan Jonru sebagai tersangka ujaran kebencian di sosial media sudah sah.

"Mengadili, menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya," kata hakim tunggal praperadilan, Lenny Wati Mulasimadhi saat membacakan putusan di PN Jaksel, Jalan Ampera Raya, Selasa (21/11).

Menurut hakim Lenny, berdasarkan bukti-bukti dan keterangan polisi, tidak ada kesalahan prosedur ataupun pelanggaran hak asasi yang dialami Jonru.

"Maka, praperadilan yang diajukan pemohon ternyata tidak dapat mematahkan bukti-bukti. Proses penyidikan, pemeriksaan, penangkapan, penahanan, dan penyitaan oleh termohon satu dan termohon dua adalah sah sehingga semua petitum dan provisi harus ditolak seluruhnya, maka pemohon dalam pihak yang kalah," sambungnya.

Diketahui, Jonru dilaporkan oleh Muannas Al Aidid ke Polda Metro Jaya dan resmi ditetapkan sebagai tersangka 30 September 2017.

Jonru dijerat dengan Pasal 28 Ayat 2 jo Pasal 45 Ayat 2 Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Jonru juga diduga melanggar Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis. Dalam UU ini ancaman hukuman maksimalnya 5 tahun penjara.

Tidak hanya itu, polisi juga menjerat Jonru dengan Pasal 156 KUHP tentang Penghinaan terhadap Suatu Golongan Tertentu dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara.(Jft/Aktual)

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...