25 August 2019

Airlangga Hartarto Dianggap Mampu Selamatkan Golkar

KONFRONTASI - Ketua Bidang Kajian Ideologi dan Kebijakan Publik Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar, Happy Bone Zulkarnain menilai dari sekian banyak kader hanya sosok dan figur Airlangga Hartarto yang layak menjadi ketum menggantikan Novanto. 

"Nah, dari semua kader-kader Golkar yang kita seleksi untuk bisa menyelamatkan Golkar secara cepat dan tepat, ini hanya Airlangga Hartarto," Bone, Senin malam (27/11). 

Kapasitas, kapabilitas dan integritas Menteri Perindustrian (Menperin) Presiden Jokowi ini, menurutnya, tak perlu diragukan untuk menyelamatkan Golkar yang saat ini sedang terpuruk karena masalah hukum yang dihadapi Setya Novanto.

“Dia adalah sosok yang kami anggap paling tepat untuk menjadi ketua umum jika kita ingin menyelamatkan Golkar ke depan," katanya.

Apalagi elektabilitas Golkar saat ini tinggal 10 persen. Hal ini tentu berbahaya bagi masa depan Golkar jika tidak ditata secara rapi oleh figur yang cukup mampuni. Malah ia prediksi elektabilitas Golkar bakal tinggal 1 digit.

"Ibaratnya kapal besar, Golkar ini sekarang yang bermasalah nahkodanya. Kalau nahkoda yang bermasalah tentu kapalnya tenggelam. Makanya harus ada yang memimpin kapal tersebut agar tidak tenggelam," terang Bone. 

Bone juga mengingatkan Golkar sebagai partai pengusung utama Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai capres 2019 mendatang. Dengan alasan itu, kata Bone, elektabilitas Golkar harus ditingkatkan. "Elektabilitas Golkar enggak boleh di bawah tapi harus naik," pintanya.

Namun terlebih dahulu Airlangga harus meminta izin atasannya, Presiden Jokowi untuk bisa melaju dalam pemilihan ketum Golkar. Hal ini mengingat Airlangga masih menteri Kabinet Kerja.   

"Ini prosedural yang ada di kabinet. Seperti Khofifah yang meminta izin ke Presiden juga kan," tambah Bone.

Lebih lanjut, Bone menegaskan bahwa dukungan moral Jokowi kepada Airlangga untuk menjadi ketum Golkar bukan berarti intervensi. Sebab, bagaimanapun juga, kata dia, sebagai kepala pemerintahan Jokowi tentu menginginkan setting politik di Indonesia tidak gaduh, berjalan baik serta sempurna.

“Dan bisa dikatakan bahwa Golkar merupakan diterminan faktor,” tutup dia sambari mengatakan bahwa Airlangga belum tentu diberhentikan sebagai menteri meski memimpin Golkar.[ian/rml]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...