14 December 2019

AHY Memang Populer, Tapi Kepemimpinannya Belum Terbukti

KONFRONTASI-Partai Demokrat diminta mempertimbangkan matang-matang apabila lebih memilih Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) daripada TGH Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) sebagai capres pada pemilihan presiden 2019. Karena, AHY dinilai tidak memiliki pendukung massa yang riil.

''AHY bukan pemimpin daerah dan artis yang punya fanclub," ujar pendiri Lembaga Survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI), Hendri B Satrio, dilansir Republika.co.id, Jumat (16/3).

Hendri mengakui AHY memang lebih populer apabila dibandingkan dengan TGB. Namun, katanya, AHY bukan pemimpin daerah seperti TGB yang sudah terbukti sukses memimpin Nusa Tenggara Barat (NTB) selam dua periode. AHY pun tidak seperti TGB yang merupakan tokoh agama yang memiliki basis massa Islam.

Selain itu, AHY belum membuktikan dirinya sebagai pemimpin di pemerintahan atau politik. Karier cemerlang di militer tidak menjamin AHY akan sukses menjalani karier politiknya.

Pilkada DKI 2017 menjadi salah satu bukti bahwa AHY belum memiliki dukungan masa yang kuat. AHY kalah di putaran pertama dari dua pesaingnya yakni Basuki Tjahaja Purnama dan Anies Baswedan. ''Pilkada DKI Jakarta menjadi contoh kegagalan AHY meraup suara,'' katanya.

Sementara Wakil Sekjen DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Saleh Partaonan Daulay, pun sudah memberi sinyal. PAN kemungkinan tidak akan berkoalisi dengan Partai Demokrat jika mengusung AHY di bursa Pilpres 2019. "Kami sedang silaturahim ke parpol lain. AHY bisa jadi, tapi kemungkinan besar tidak," kata Saleh dilansir Republika.co.id.[mr/rol]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...