21 October 2019

#AdaCintaDiBogemMasinton: Anggota DPR Pukul Kader Nasdem

KONFRONTASI - Staf ahli anggota DPR, Dita Aditia Ismawati melaporkan bosnya anggota Komisi III DPR RI Masinton Pasaribu ke Bareskrim Polri. Dita yang tercatat sebagai kader Partai NasDem melaporkan Masinton dengan tuduhan penganiayaan.

Kabar pelaporan Masinton oleh staf ahlinya ini menjadi pembicaraan hangat pengakses Internet (netizen), di media sosial Twitter, hingga memunculkan tagar #AdaCintaDiBogemMasinton sebagai trending sosmed.

Melalui tagar #AdaCintaDiBogemMasinton, netizen menyindir Masinton yang dituding telah melakukan tindak kekerasan terhadap perempuan.

“Main tangan itu bukannya bikin tangan jadi bengkak yaa, ga sayang tu sama tangan sendiri #AdaCintaDiBogemMasinton,” tulis @FerinIstikomah.

“Daripada main tangan bisa bikin masuk penjara, mending main tangan buat mempersiapkan pernikahan kita *azekk* #AdaCintaDiBogemMasinton,” tulis @serlianaaputri.

Dih Amit2 Maen Tangan, Gw Mending Mainin Perasaan Cwe Lebih Memacu Pro Dan Kontra #AdaCintaDiBogemMasinton,” tulis @Rian_Ramadhan96.

“Jangan main tangan, mending belajar bikin tanda tangan aja buat surat nikah kita nanti :v #AdaCintaDiBogemMasinton,” tulis @FerinIstikomah.

Dihimpun dari Detik, Minggu (31/1/2016), Dita baru mengajukan laporan penganiayaan pada Sabtu (30/1/2016). Padahal, kejadian pemukulan yang menyebabkan mata Dita bengkak tersebut terjadi pada Kamis (21/1/2016).

Dijelaskan  Sekretaris DPW Nasdem DKI Jakarta Wibi Andrino, Dita baru melapor setelah sembilan hari kejadian, terkait dengan posisinya sebagai pengurus biro perempuan dan anak DPW Nasdem DKI Jakarta.

Saat ada rapat Nasdem, Wibi melihat mata Dita lebam seperti kena pukulan. Setelah ditanya, Dita mengaku dipukul Masinton.

“Kemarin pas rapat matanya bonyok. Kenapa mata lo? Dia enggak ngomong, enggak ngaku malah nangis. Setelah ditanya-tanya, akhirnya baru ngaku [dipukul Masinton],” ujar Wibi, Minggu.

Wibi yang juga anggota badan advokasi hukum NasDem, lalu mengkonfirmasi hal itu kepada Masinton langsung. Namun Masinton membantah. Sampai akhirnya Wibi dihubungi oleh ibunya Dita yang membenarkan pemukulan kepada anaknya.

“Ibunya Dita telepon saya nangis. Masinton juga pernah datang untuk mengajak damai kasih pengobatan ke RS Aini supaya sembuh,” ujar Wibi.

Meski diberi pengobatan, namun Dita didampingi Wibi tetap melaporkan Masinton ke Bareskrim dan diterima malam tadi. Masinton dilaporkan dengan pasal penganiayaan. “Kita bela kader, nggak mau politisir. Ini ada kader Nasdem dipukul anggota DPR dari PDIP,” tegasnya.

Soal pengobatan Dita tersebut dibenarkan oleh Tenaga Ahli Masinton, Abraham Leo Tanditasik. Namun Abraham menyebut pengobatan itu atas permintaan Dita.

“Besoknya tanggal 22 Januari 2016 Dita menelepon saya minta dibantu biaya pengobatan karena ingin dirawat di rumah sakit mata Aini di daerah Kuningan. Permintaan Dita saya sampaikan ke Pak Masinton dan dibantu biaya perawatan di RS mata Aini,” terang Abraham.

Leo dan Masinton selanjutnya membesuk Dita dirawat di RS Mata Aini selama dua hari dua malam yang didampingi orang tuanya untuk menanyakan kondisinya. Berhubung kondisi memar di sekitar mata sudah membaik, atas saran dokter Dita diperbolehkan pulang.

“Selama masa pemulihan, Dita disarankan untuk sementara istirahat dan diperkenankan izin tidak masuk kerja,” ucap Abraham.[ian/slo]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...