19 May 2019

Abdul Halim: Pancasila dapat Menangkal Informasi Hoaks

KONFRONTASI -  Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (FPPP) H Abdul Halim menilai Pancasila dapat menangkal penyebaran informasi hoaks yang semakin marak menjelang pemilu 2019.

"Adanya informasi hoaks yang terus menerus dapat memicu pertentangan di masyarakat sehingga berpitensi mengoyak persatuan bangsa, sehingga harus diredam dan diantisipasi. Informasi hoaks ini tidak sesuai dengan Pancasila," kata H Abdul Halim, di Jakarta, Sabtu.

Menurut Abdul Halim, informasi hoaks yang banyak menyebar menjelang pemilu, itu tidak ada faktanya sehingga menjadi kabar bohong dan bahkan fitnah. "Informasi hoaks ini perlu ditangkal dan diredam, sehingga kehidupan bermasyarakat yang rukun dan damai, tetap kondusif dan tidak terusik dengan maraknya informasi hoaks," ujarnya.

Anggota Komisi VII DPR RI melihat, penyebaran informasi hoaks banyak dilakukan melalui media sosial, seperti twitter dan facebook, yang tersebar dengan cepat. Bahkan, juga ramai di aplikasi percakapan "whatsapp". "Dari media sosial tersebut kemudian menjadi wacana di masyarakat, yang disadari atau tidak, membentuk polarisasi," katanya.

Menurut Abdul Halim, informasi hoaks ini bertentangan dengan Pancasila terutama sila pertama dan sila ketiga. Karena itu, bangsa Indonesia yang memiliki ideologi Pancasila, hendaknya bersikap bijak, tidak ikut menyebarkan  atau mem"forward" pada saat menerima informasi hoaks di media sosial maupun aplikasi "whatsapp". 
 
"Masyarakat hendaknya tidak mudah percaya jika menerima informasi hoaks yang tanpa dasar fakta," tuturnya. 

Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Banten I, yakni Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak, ini menceritakan pada saat dirinya menyampaikan sosialisasi Empat Pilar di rumah makan Cibaru, Desa Kedungbungbang, Kecamatan Cimanuk, Pandeglang, pada Sabtu (9/3/2019), banyak peserta yang bertanaya mengapa saat ini banyak informasi hoaks.

Menurut Halim, di hadapan sekitar 150 orang masyarakat setempat yang menjadi peserta sosialisasi, dirinya mengatakan, informasi hoaks banyak muncu menjelang pemilu. Karena itu, kata dia, jika menerima informasi hoaks, seperti mencela, menghujat, atau bahkan memfitnah pihak lain, saat menjelang pemilu seperti saat ini, sebaiknya jangan mudah percaya dan tidak diteruskan.

Halim juga menyampaikan materi lainnya pada sosialisasi Empat Pilar tersebut, yakni UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Menurut dia, pemilu adalah proses demokrasi untuk memilih peminpin yang diselenggarakan setiap lima tahun. Karena itu, adanya perbedaan pilihan, hendaknya disipai secara dewasa, sehingga tidak perlu sampai terjadi pertentangan di masyarakat.(Jft/Terbit)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...