9 December 2019

Abdul Basir Mencium Aroma Pencucian Uang di Kasus Setya Novanto

KONFRONTASI -  Jaksa KPK Abdul Basir menyebutkan ada aroma dugaan pencucian uang yang dilakukan mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto.

Hal itu diungkapkan Basir ketika persidangan kasus dugaan korupsi proyek e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto.

Ketika itu, Basir mencecar keterangan saksi yang menjelaskan adanya perputaran uang yang diduga berasal dari proyek bernilai triliunan rupiah tersebut.

Saksi tersebut adalah staf Setya Novanto, Abdullah yang bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (15/2).

"Keterangan saudara ini menambah daftar panjang perputaran uang di sidang ini. Saya kok mencium bau-bau pencucian uang," ujar jaksa KPK Abdul Basir.

Dalam persidangan, Abdullah mengaku bekerja sebagai kurir bagi mantan Ketua Umum Partai Golkar itu. Ia juga sering diminta untuk mengantar dan mengirim uang.

Abdullah mengaku pernah diperintah untuk melakukan pencairan deposito milik Setya Novanto. Namun, menurut Abdullah, uang dalam jumlah Rp 21 miliar itu tidak diserahkan kepada Setya Novanto dan tidak dikirimkan ke rekening bank milik Novanto.

Uang pencairan deposito tersebut malah dikirim ke rekening milik sekretaris Setya Novanto bernama Wulan.

Dalam beberapa persidangan sebelumnya, diduga penyerahan uang kepada Setya Novanto telah direncanakan tanpa melalui bank, atau menggunakan metode barter antar money changer.(KONF/SKALA)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...