21 October 2019

2019 Presiden Baru: Rizal Ramli Capres Rakyat

KONFRONTASI - Pasti mendapat sambutan positif dari rakyat soal deklarasi kesiapan ekonom senior, Dr. Rizal Ramli, untuk berlaga di panggung Pilpres 2019. Pasalnya, ketokohan mantan menteri pemerintahan Gus Dur dan Jokowi itu sudah dikenal baik oleh semua kelas masyarakat, terutama perannya dalam perbaikan ekonomi dan perubahan politik. 
Demikian disampaikan analis kebijakan publik dari Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Lukman Hakim, Senin (5/3).

Ekonom dan mantan Menteri Koordinator Kemaritiman, Rizal Ramli akhirnya menegaskan siap maju sebagai calon presiden (capres) di 2019. Penegasan Rizal Ramli ini disampaikan kepada para wartawan di kediamannya, Senin (5/2)

"Saya siap untuk memimpin Indonesia agar lebih baik, lebih adil dan lebih makmur," kata Rizal Ramli kepada wartawan.

Walaupun kesiapannya sebagai capres belum pada tahap komunikasi ke partai politik, Rizal lebih banyak memaparkan ide besarnya sebagai capres. Sebagai aktivis pergerakan 70-an, kiprah Rizal Ramli memang telah dikenal sejak 40 tahun lalu di luar sistem pemerintahan.

"Waktu saya mahasiswa kami ditangkap oleh pemerintahan otoriter, di penjara militer enam bulan, di penjara Sukamiskin satu tahun. Karena kami ingin mengubah Indonesia jadi negara yang demokratis," kata RR

Ketika Reformasi, Rizal masuk dalam pemerintahan di era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri (Menkoekuin) 200-2001. Hingga terakhir sebagai Menteri Koordinator Kemaritiman era Presiden Joko Widodo pada 2015-2016.

Menurut Lukman Hakim,, fokus pemerintah Indonesia di masa reformasi ini adalah penguatan ekonomi. Pemerintah Indonesia dituntut berani keluar dari  mazhab ekonomi yang mengutamakan kapitalisme dan pasar bebas. Dalam hal inilah Rizal Ramli menjadi sosok yang penting.

"Fokus pemerintahan pasca Orde Baru kan penguatan ekonomi, maka harus keluar dari mainstream pasar bebas yang kegagalannya sudah dikritik termasuk oleh Sekjen PBB Ban Ki-moon," terang pria yang juga eksponen Gerakan 98 itu.

Lukman menilai Rizal Ramli atau RR sebagai salah satu tokoh utama yang bersikap kontra terhadap paham ekonomi neoliberal. Pemikiran ekonominya dipakai oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dan negara-negara asing.

"Dia icon dalam negeri dan boleh dikatakan internasional karena membawa perubahan ketika menjadi konsultan ekonomi negara luar, salah satunya Vietnam. Dia juga anggota panel ahli ekonomi PBB," terang dosen ini.

Lukman mengatakan, dunia sudah mengakui kegagalan kapitalisme. Pasar bebas juga sudah dianggap usang karena gagal memakmurkan negara berkembang dan miskin.

"Dunia termasuk Indonesia harus cari alternatif jalan ekonomi. Di Indonesia, RR ini tokohnya, dia capres rakyat," tegas dia.

Dari segi popularitas dan elektabilitas, Lukman menilai RR telah dikenal banyak masyarakat kelas bawah dan menengah karena sepak terjangnya dari era Gus Dur sampai sekarang. Apalagi, RR melahirkan banyak terobosan kala masih menjabat Menteri Koordinator Maritim di era Jokowi.

"Parpol harus berani cari tokoh alternatif di luar mainstream, Capresnya rakyat. Saya yakin RR bisa membuat kebijakan yang menyejahterakan seperti amanat konstitusi," tutup Lukman.[ian/rml]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...