14 October 2019

Zonasi Bukan Solusi

Oleh : Siti Nur Afia, Amd.,Farm

Sekolah favorit dan sekolah tidak favorit , kita sudah tidak asing dengan kata tersebut.disini pemerintah berupaya menghapus wacana tersebut yang sudah tertanam dibenak masyarakat ,salah satu upaya pemerintah untuk menghilangkan status sekolah favorit dan tidak favorit yaitu dengan menerapkan sistem zonasi sekolah, dimana setiap  sekolah diharuskan menerima minimal 90 persen siswa dari area sekitarnya dengan radius 1,6 KM dan hanya 5 persen kuota untuk calon siswa dari luar zona

Jadi, disini siswa disuruh untuk memilih sekolah yang dekat dengan tempat tinggalnya , bahkan sekolah dengan kualitas yang baimk terpaksa  menerima siswa yang prestasinya dibawah rata rata dengan alasanm mengurangi biaya transportasi

Inilah bentuk solusi yang diberikan pemerintahyaitu dengan penerapan sistem zonasi sekolah yang mengalami banyak masalah

Dewan pendidikan kota Kediri mencurigai banyaknya kartu keluarga (KK) titipan pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMA/SMK dikota Kediri, akibatnya anak warga asli kota Kediri gagal masuk zona sekolah dekat rumah mereka. “ Kuat dugaan warga yang punya anak masih SMP, setahun atau dua tahun sebelum masuk SMA/SMK titip KK pada keluarga kerabat yang domisilinya dekat dengan sekolah-sekolah” ungkap Hen Nurdianto, ketua dewan pendidikan kota Kediri jumat(21/6/2019).Compas.Com

Bahkan Presiden Joko Widodo menyoroti banyaknya keluhan terkait penerapan sistem zonasi sekolah disejumlah daerah, Jokowi menyatakan permasalahan dan penerapan sistem zonasi dipenerimaan peserta didik baru (PPDB) pada tahun ajaran kali ini lebih banyak dibandingkan dengan sebelumnya.

Beberapa orang tua siswa di Kabupaten Lebak Banten khawatir anaknya gagal masuk ke SMA Negeri, kekhawatiran itu muncul, lantaran adanya sistem zonasi didalam proses seleksi.Atika salah satu orang tua murid yang ditemui kompas.com di SMAN 1 Rangkas Bitung mengaku was-was lantaran lokasi rumahnya berjarak lima kilometer dari SMA Negeri terdekat, jarak tersebut belum terlalu aman jika mengikuti sistem zonasi.”Informasi yang saya terima di RangkasBitung itu sekitar 3 kilometer, sementara rumah saya di kolelet ke SMA Negeri  terdekat adalah 5 kilometer” Katanya kepada Kompas.com senin (17/6/2019).

Disini dapat kita lihat bahwa pemerintah ingin menjadikan pendidikan di Indonesia lebih baik lagi salah satunya dengan menghilangkan sekolah favorit dan sekolah tidak favorit yaitu dengan cara sistem zonasi sekolah. Tujuannya agar pendidikan di Indonesia tampak adil tidak ada perbedaan kasta, tidak ada yang namanya siswa hanya berkonsentrasi hanya dengan sekolah favorit saja. Seharusnya semua siswa mempunyai hak untuk menuntut ilmu di sekolah manapun tanpa adanya nilai akademis sebagai patokan untuk mendapatkan sekolah dengan kualitas yang bagus pemerintah menggunakan cara sistem zonasi sekolah berharap siswa dapat menghemat waktu dan biaya transport sehingga akan menghasikan pendidikan yang lebih baik lagi.

Namun akar masalah dan ketidak adilan pendidikan di Indonesia ini tidak terletak pada jauh dekatnya sekolah tersebut, siswa/siswi yang pintar atau guru-guru yang mempunyai kualitas yang bagus, tetapi karena adanya ketidakseimbangan pelayanan pendidikan sehingga menyebabkan munculnya istilah sekolah favorit yang menjadi banyak incaran yang mana akan menyebabkan munculnya nepotisme yang mempunyai banyak uang yang bisa masuk sekolah tersebut. Maka terjadilah praktek sogok menyogok dan tidak meratanya penyebaran sekolah seperti diwilayah perkotaan berjejer sekolah Negeri, namun berbanding terbalik dipinggiran kota hanya beberapa saja Sekolah Negeri, sehingga banyak sekolah Swasta dengan kualitas yang bagus tetapi orang tua harus mengeluarkan biaya yang sangat banyak.

Seharusnya pemerintah sebelum menerapkan sistem zonasi sebaiknya pemerintah memperbaiki dahulu kualitas pendidikan agar siswa dapat sekolah dimanapun dengan pelayanan/kualitas pendidikan yang baik. Sehingga sistem zonasi bukanlah sebuah solusi untuk mewujudkan kualitas pendidikan yang lebih baik lagi tetapi akan menambah masalah baru yang tak terselesaikan.

Sebagaimana islam bukanlah hanya sekedar agama saja tetapi islam juga mengatur seluruh kehidupan kita, salah satu dalam dunia pendidikan. Pendidikan dalam islam mempunyai konsep yang berdasarkan akidah islam. Sehingga menuntut ilmu tidak hanya untuk urusan dunia saja tetapi juga untuk urusan akhirat, kurikulum yang digunakan mempunyai kualitas yang tinggi karena sumbernya dari wahyu illahi. Negara juga memposisikan sebagai pelayan/pengurus masyarakat. Sehingga pendidikan didapat dengan mudah, Negara juga menyediakan sekolah gratis yang dananya dari pengelolaan kekayaan alam. Zonasi sekolah dalam islam,siswa dapat sekolah dimanapun yang dia inginkan tanpa ada paksaan karena semua sekolah mempunyai kualitas yang bagus.

Jacques C, Reister cendekiawan barat menyatakan tentang Khilafah bahwa selama lima ratus tahun islam menguasai dunia dengan kekuatannya, ilmu peengetahuan, dan peradabannya yang tinggi. Inilah bukti keberhasilan islam dalam dunia pendidikan.

Masalah zonasi ini merupakan akibat dari sistem sekuler kapitalisme, maka marilah kita selesaikan maslah pendidikan di Indonesia secara tuntas yaitu dengan menerapkan syariat islam kebaikan dan keburukan sudah terbukti.

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...