22 January 2018

Trump, Minyak dan Emas

Oleh: Ziyad Falahi

Resolusi pasca perang arab-israel (yom kippur) tahun 1973 menjadi starting point era petrodollar. Sebuah simbiosis mutualisme antara negara timur tengah dan dollar AS yang kolaps akibat bretton woods system. Digantinya emas dengan floating exchange rate mendorong dollar masa ronald reagan dengan cepat bangkit dari keterpurukan.

Keintiman minyak dan dollar tampak mulai sirna tatkala growth ekonomi dunia mengalami perlambatan tiga-empat tahun terakhir seiring dengan harga minyak yang cenderung antiklimaks. Anomali muncul karena sejak krisis subprime, AS justru meningkatkan produksi minyak secara masif bersaing dengan russia dan arab saudi.

AS memilih menjadi raja minyak dikala harga turun merupaka Misteri. Ini sekaligus menjawab motif donald trump di yerussalem yang suka atau tidak memiliki konsekuensi ekonomi. Benarkah Negara produsen minyak akan diuntungkan dari perang meniru era yom kippur yang mampu meningkatkan harga?

Lain dulu lain sekarang. Korelasi minyak dan pertumbuhan ekonomi beberapa tahun terakhir dengan tahun tahun menjelang yom kippur berbeda. Jelas, dollar kini sedang berjaya dan semakin tidak dependen oleh minyak, apalagi emas. Jika perang benar terjadi, dan minyak naik, maka apakah akselerasi industri yang tengah melamban mampu menyerapnya?

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...