19 May 2019

Tak Cukup Habibi, Indonesia Perlu Insinyur Jenius Baru

Oleh: Reza Fahrur Sam, SE

GENERASI muda bangsa Indonesia sekarang sulit di temukan tenaga dan pikiran untuk membangun teknologi bangsa Indonesia agar menyamai bahkan melebihi negara-negara teknologi maju dunia. Teknologi merupakan keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan, dan kenyamanan hidup manusia.Teknologi bangsa Indonesia sudah begitu tertinggal dan tertinggal jauh dari negara-negara teknologi maju dunia tidak terkecuali tertinggal jauh dari negara-negara tetangganya terdekat seperti Singapura dan Malaysia.

Menjadi tugas dan kewajiban pemuda Indonesia untuk mencetak atau membentuk dan melahirkan SDM berkualitas dari kalangan generasi baru bangsa Indonesia untuk sama-sama membangun teknologi berdasarkan kekuatan dan kecerdasan anak-anak bangsa sendiri. Terbebas dari ketergantungan pada kekuatan dan kecerdasan SDM asing. Terlebih-lebih lagi para intelektual muda baik di pusat maupun daerah. Dunia teknologi kita masih sangat lebar, terbukti dari produk apa saja laku di Indonesia. Notebook lokal saja laku. Potensi ke depan banyak kreativitas anak bangsa.

Teknologi dunia kini begitu canggih dan menjadi hal yang sangat menakjubkan bahkan mungkin sebagai wacana yang tidak akan pernah habis untuk dibahas. Bagaimana tidak, teknologi secara cepat dapat berubah, seperti halnya handphone atau smartphone yang bermunculan hanya dalam waktu yang sebentar memberikan inovasi yang berbeda dalam setiap kemunculannya.

Prestasi dan prestise bangsa Indonesia dalam teknologi belum menunjukkan bebas ketergantungan kepada pada kekuatan dan kecerdasan SDM asing. Kebutuhan akan sosok pahlawan teknologi tidak hanya mencerminkan kecerdasan manusia Indonesia yang tak kalah dibandingkan bangsa lain, tetapi juga menunjukkan manfaat sains dan teknologi bagi peradaban manusia dan memecahkan persoalan yang dihadapi umat manusia secara universal. Contoh : Pesawat N250 buatan asli bangsa Indonesia mengangkasa. Berarti bangsa ini mampu membangun teknologi tinggi yang hanya dimiliki sedikit bangsa-bangsa di dunia. Batu loncatan untuk juga meraih kemampuan teknologi tinggi lainnya di segala bidang.

Kita menyaksikan perkembangan sains dan teknologi yang bermata dua karena dapat memberikan manfaat sekaligus mudharat, jika tak dikelola dengan moral yang baik. Lihat saja, perkembangan teknologi informasi yang memberi kemudahan dalam berbagai pelayanan publik, namun pada saat yang sama memunculkan gejala maraknya kekerasan, pornografi, perjudian dan kejahatan online lain. Sehingga, cyber crime (kejahatan yang menggunakan fasilitas teknologi informasi) kini menjadi ancaman serius bagi Indonesia.

Untuk mewujudkan visi teknologi yang bermanfaat bagi peradaban diperlukan pembenahan dalam sistem pendidikan nasional, sejak Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi. Pembentukan kementerian baru yang memisahkan Pendidikan Dasar dan Menengah (digabung dengan Kementerian Kebudayaan) serta Pendidikan Tinggi (disatukan dengan Kementerian Riset dan Teknologi) semoga mencapai dua sasaran strategis. Yaitu,

pembentukan karakter sejak dini (SD-SMP-SMA) dan penguatan riset di jenjang pendidikan tinggi. Mencetak kembali akan sosok pahlawan teknologi sudah saatnya tidak lagi hanya mengandalkan keilmuan yang di kembangkan manusia Indonesia yang tak kalah dibandingkan bangsa lain, akan tetapi juga menunjukkan manfaat sains dan teknologi bagi peradaban manusia dan menemukan solusi persoalan yang dihadapi umat manusia secara universal.

Dengan begitu, wujud kontribusi pahlawan teknologi akan melampaui batas-batas nasional. Sudah saatnya manusia Indonesia memiliki visi yang besar, mengatasi permasalahan nasional yang dihadapinya sekaligus memberikan kontribusi bagi kemajuan umat manusia. Keilmuan Teknologi tidak pernah tuntas. Teknologi membantu kita menyelesaikan masalah, tapi bukan tanpa masalah. Teknologi memberikan solusi dari setiap permasalahan yang baru, yang sering justru lebih parah. Tidak disadari masalah baru itu baru disadari setelah merembet ke mana-mana.

Generasi muda ditantang untuk menciptakan inovasi sesuai minat dan bakatnya. Disamping itu, kaum muda juga berpeluang menjadi 'pahlawan' di lingkungan masyarakatnya dengan meningkatkan konstribusi sesuai bidang keahliannya. Setiap orang bisa menjadi pahlawan. Selamat Hari Pahlawan


Reza Fahrur Sam, SE
Ketua DPP KNPI Bidang Riset dan Teknologi
Sekretaris Jenderal Pemuda Demokrasi Kebangsaan

(Juft/Rmol)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...
Minggu, 19 May 2019 - 12:15
Minggu, 19 May 2019 - 12:06
Minggu, 19 May 2019 - 11:59
Minggu, 19 May 2019 - 11:57
Minggu, 19 May 2019 - 10:59
Minggu, 19 May 2019 - 10:57
Minggu, 19 May 2019 - 09:59
Minggu, 19 May 2019 - 09:57
Minggu, 19 May 2019 - 08:59
Minggu, 19 May 2019 - 08:57
Minggu, 19 May 2019 - 07:59
Minggu, 19 May 2019 - 07:57