21 June 2019

Surat Terbuka Ustadzah Irene Radjiman (Irene Handono) ...untuk bapak Prabowo Subianto

Kepada Yth

Bpk Prabowo Subianto

Assalamualaikum warahmatulahi wabarakatuh

Semoga bapak sekeluarga senantiasa dalam lindungan Allah Subhanahu wata'alla.

Sebelumya saya mohon maaf, bila cara saya menyampaikan surat ini dengan cara terbuka melalui media sosial, sebab cukup bingung juga saya harus menyampaikannya melalui siapa dan bagaimana caranya.

Sebelumnya saya akan perkenalkan diri dulu, saya adalah Irene Radjiman. Saya seorang penulis, ibu rumah tangga dengan 2 anak, mualaf baru 10 tahun yang lalu berkenan mempelajari Islam. Saya terlahir dari keluarga Katolik. Mungkin kita memiliki kesamaan pak, yang memimiliki anggota keluarga dengan 2 agama, Katolik dan Islam. Maka saya tidak peduli apa yang orang katakan tentang background keluarga bapak, karena kecintaan terhadap Islam bukan dilihat dari background keluarga, tetapi dari bagaimana dari hari kehari kita bersedia hijrah menuju Islam yang kaffah.

Bapak Prabowo yang terhormat, dari sejak saya masih kafir hingga 2014, 5 tahun yang lalu, saya ada di barisan para golput, sebab saya tidak pernah tertarik pada politik, dan saya pikir, siapapun yang terpilih akan sama saja. Namun kali ini tidak pak. SAYA MENDUKUNG BPK PRABOWO SUBIANTO UNTUK MENJADI PRESIDEN RI PERIODE 2019 - 2024.

SAYA MENDUKUNG BAPAK, bukan karena saya telah mengenal bapak. Saya tidak pernah mengidolai bapak, bahkan saya tidak pernah mencari tahu apapun tentang bapak.

SAYA MENDUKUNG BAPAK, karena saya percaya pada guru-guru saya, ulama-ulama saya, karena merekalah saya berada di barisan PRABOWO - SANDI. Saya rasa ada banyak ribuan bahkan jutaan orang yang bisa saja memiliki alasan yang sama seperti saya, hingga mereka bersedia memberikan apapun yang mereka punya, demi kemenangan bapak 6 hari kedepan. Mohon catat ini dengan tinta emas, dalam sejarah kemenangan bapak nanti.

Bila bapak nanti menjadi presiden terpilih. Ingatlah selalu hal ini pak. Jangan beri perintah ulama kami untuk mendatangi istana bapak, tapi datanglah bapak pada mereka, mintalah nasihat pada mereka untuk setiap kebijakan yang akan bapak buat. Datangilah mereka, mintalah kritik, bisa jadi bapak telah khilaf membuat keputusan.

Bapak Prabowo Subianto yang terhormat, saya tidak perduli apa yang orang katakan tentang rumah tangga bapak, sebab itu bukanlah ranah kami untuk mengomentari. Namun saya yakin, bapak adalah seorang ayah dan seorang suami yang baik, maka saya berharap penuh, dalam pemerintahan bapak nanti, negara akan memberikan dukungan penuh bagi pendidikan moral putera puteri kami.

Saya seorang ibu sekaligus seorang pengajar. Bukan harga sembako, bbm, tarif listrik, dsb yang akan saya keluhkan. Tapi bantulah kami untuk membangun mental sehat bagi putera puteri kami sebagai penerus bangsa. Beberapa hal yang mengkhawatirkan kami :

● Ideologi komunis yang diberi ruang
● Mindset sekuler dan liberalis yang makin berkembang
● Aktivis kaum nabi Luth yang meminta pengakuan
● Tontonan media yang mengarah pada perzinahan dan kekerasan

Saya berharap, jika bapak terpilih nanti, bapak beserta jajaran kabinet bapak, akan memberantas tuntas benalu-benalu negeri yang saya sebut diatas. Mengapa saya sebut mereka benalu ? sebab secara masif mereka menggerogoti mental dan pola pikir anak negeri agar rusak teracuni. Mengapa saya tidak bicara soal naiknya harga sembako, naiknya bbm dan lonjakan tarif listrik ? sebab rizki Allah itu sangat luas, Allah akan curahkan hujan rahmat dan rizki bagi hamba-hambanya yang bertaqwa, maka dukung dan bantu kami pak untuk mewujudkan generasi bertaqwa yang takut pada laknat Allah, agar Allah turunkan bala bantuan langit untuk menyelesaikan permasalahan negeri ini.

Bila tulisan ini sampai ditangan bapak dan terbaca, saya berharap bapak bersedia mengetik ulang dan mendokumentasikannya sebagai salah satu suara rakyat yang memiliki harapan akan perubahan Indonesia menuju pada ketaqwaan.

Sebelum saya akhiri, saya titip salam hormat untuk ibu Titiek Soeharto, saya selalu berdo'a agar ibu Titiek berkenenan segera membuka hati untuk berhijab. Saya bayangkan keanggunan beliau mengenakan gamis dan hijab syar'i berjalan disamping bapak sebagai ibu negara Republik Indonesia. Aamiin ya Robbalallamiin.

Menuju Indonesia TAQWA bersama Prabowo - Sandi. Salam 2 jari

Wassalamualaikum warahmatulahi wabarakatuh

Salam Hormat
- Irene Radjiman -

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...