15 December 2019

Surat Terbuka untuk Fadli Zon: Pertimbangkanlah Prabowo-Rizal Ramli

Kepada
Yth Bpk. Fadly Zon
Di 
Jakarta

Assalamualaikum,
Semoga Pak Fadly dan keluarga senantiasa ada dlm lindungan Allah subhanahu wa ta’ala.

Saya warga negara Republik Indonesia yg menginginkan negri ini rakyatnya sejahtera dan berkeadilan , pemerintahnya “bebas korupsi, kuat, tegas dan efektif” sesuai cita cita dan program Partai Gerindra.

Hari hari ini anda sedang sibuk memilih dan memilah siapa yg pantas menjadi orang nomor satu dan nomor dua di negri ini, yg bisa “ membangun Ekonomi yg kuat dan Makmur”, yg bisa melaksanakan “Ekonomi kerakyatan”, dan meningkatkan kualitas pembangunan manusia Indonesia melalui Program Pendidikan, Kesehatan, Sosial dan Budaya serta Olahraga. 
Untuk merealisasikan program diatas tentu diperlukan orang yg mumpuni dari sisi keilmuan, punya pengalaman ,  tegas, berani dan jujur karena ketika salah memilih maka kita akan terpuruk dan tentu lima tahun akan lebih buruk dari hari ini .

Banyak nama beredar dan semuanya siap menjadi orang nomor satu atau nomor dua di negri ini tapi saya belum melihat diantara mereka yg punya ide dan gagasan yg cerdas dan membumi untuk memperbaiki krisis yg sedang dihadapi negri ini sebagaimana ide dan gagasan cerdasnya seorang DR Rizal Ramli, seorang akitifis pergerakan yg sejak tahun 1977 telah malang melintang dalam dunia pergerakan sejak zaman Mahasiswa mulai dari Gerakan Anti kebodohan dan Buku Putih perjuangan Mahasiswa dia tidak pernah berhenti dg ide ide cerdasnya untuk memperbaiki negri bahkan penjara sukamiskin-pun tidak mampu menghentikan perjuangannya; selalu kritis dan solutif , tidak asbun bahkan ketika dia berada di kursi empuk-pun dia tetap mengaum tanpa rasa takut akan kehilangan jabatan,  tanpa ewuh pakewuh dia kepret setiap kebijakan yg merugikan negara dan bangsa, buat seorang RR jabatan bukan tujuan hanya  jalan untuk perbaikan negri dan ini dibuktikan dg penutupan proyek reklamasi teluk jakarta yg berujung berahirnya jabatan Menko Maritim.

Padahal 13 langkah strategis Menko Maritim sempat mendapat pujian Peneliti politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Prof. DR. Siti Zuhro yg mengakui, “kepretan” Rizal Ramli telah membuka mata publik bahwa ada sisi-sisi lain dari kebijakan pemerintah yang selama ini tertutup. “Sisi bagus (kepretan Rizal Ramli, Red), kita publik jadi tercerahkan. Walaupun ada sisi yang lain di mana kepretan itu menimbulkan polemik. Tetapi semua itu sah-sah saja,” 

Banyak jabatan yg dia sandang dan keberadannya senantiasa membuat gebrakan dan perbaikan baik di BUMN, Bulog dll, bahkan di tingkat Internasional pernah mendapat kepercayaan
sebagai anggota tim panel penasihat ekonomi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bersama beberapa tokoh ekonom dari berbagai negara lainnya. Tapi RR tidak betah dg jabatan Internasional karena ingin fokus mengabdi pada negara dan bangsa Indonesia, Rizal pernah menolak jabatan internasional sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Economic & Social Commission of Asia and Pacific(ESCAP) yang ditawarkan PBB pada November 2013.

Saat ini kita sepakat bahwa kita akan Ganti Presiden pada tahun 2019 dan melakukan perubahan kepada yg lebih baik, krn buat apa ganti Presiden kalau  kehidupan berbangsa dan bernegara tidak ada perbaikan; rakyat semakin miskin, negara semakin papa krn hutang sdh menjurang ...ini saatnya .. ini waktunya kita harus “ bangkit “ , tegak berdiri sebagai sebuah bangsa yg merdeka, ....pinggirkan kepentingan partai , tinggalkan keinginan pribadi, tatap masa depan bangsa yg hari ini dlm kesulitan yg sangat melilit...berpikirlah dg nurani apa bisa kita perbuat untuk bangsa ini ?

“Kalau bukan kita siapa lagi? Kalau bukan sekarang kapan lagi?”

Saya bukan tidak setuju dg usulan ijtima ulama tapi saya ingin merefresh ke masa lalu bahwa kita pernah punya kyai kondang ,da’i sejuta umat, kehadirannya sangat dinantikan dan kaum muslimin rela berdesakan, kita juga pernah punya musisi dangdut yg sangat luaaar biasa digandrungi bahkan sering ada korban jiwa krn antusiasme mereka untuk menyaksikan pagelaran tsb...

Tapi ... tapi... ketika masuk ranah politik mereka masuk partai bahkan membuat partai hasilnya tidak sesuai dg pupularitas yg dia miliki krn da’i adalah da’i, kyai adalah kyai mereka milik ummat yg senantiasa harus berada diantara umat sebagai penyeimbang dan pengingat pemerintah sebagai think-thanknya pemerintah, sementara itu “pemilih”  bisa jadi berbeda dg “penggemar” lebih dari itu corak ragam umat Islam perlu “survey” sendiri, berapa jumlah umat Islam yg taat, berapa yg abangan, krn ketika jaya jayanya partai Masyumi dan NU pun tahun 1955 kalau dijumlahkan hasi Pemilu  saat itu hanya 35% saja.

Jadi kalau sekarang kita ingin ganti Presiden maka pilihlah calon yg akan menang, yg akan dipilih oleh kaum abangan maupun kaum muslimin yg taat ,Yg akan dipilih oleh mayoritas penduduk negri ini.

Terakhir saya ingin sampaikan bahwa manusia diciptakan oleh Allah ta’ala adalah untuk beribadah kepadanya sebagaimana Firman-Nya :

  وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُون

 
Artinya: ” Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku”. (Qs, Adz Dzaariyat 56

ulama Robbani, Ibnul Qoyyim rahimahullah tatkala beliau menjelaskan surat Adz Dzariyaat ayat 56

Beliau rahimahullah mengatakan,“Dalam ayat tersebut Allah Ta’ala mengabarkan bahwa Dia tidaklah menciptakan jin dan manusia karena butuh pada mereka, bukan untuk mendapatkan keuntungan dari makhluk tersebut. Akan tetapi, Allah Ta’ala menciptakan mereka justru dalam rangka berderma dan berbuat baik pada mereka, yaitu supaya mereka beribadah kepada Allah, lalu mereka pun nantinya akan mendapatkan keuntungan.

Semua keuntungan pun akan kembali kepada mereka. Hal ini sama halnya dengan perkataan seseorang, “Jika engkau berbuat baik, maka semua kebaikan tersebut akan kembali padamu”. Jadi, barangsiapa melakukan amalan sholeh, maka itu akan kembali untuk dirinya sendiri. ” (Thoriqul Hijrotain, hal. 222)

Dan memikirkan kepentingan kaum muslimin yg mayoritas penduduk negri ini adalah bentuk amal soleh dan sebaliknya sebagai pemimpin bangsa apabila tidak memperhatikan rakyatnya untuk keadilan dan kesejahteraan maka siksanya amat berat disisi Allah, dalam sebuah hadits dikatakan

”Barangsiapa yang diangkat oleh Allah untuk memimpin rakyatnya, kemudian ia tidak mencurahkan kesetiaannya, maka Allah haramkan baginya surga” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim]. 

Pak Fadly anda adalah pemimpin kami maka tidak ada pilihan kecuali menentukan orang orang pilihan untuk kepentingan rakyat banyak sesuai kemampuan dan kapasitasnya memimpin negri ini lima tahun kedepan.

Semoga dlm  waktu yg sempit ini antum diberi hidayah tutaufik agar berpikiran jernih dan hanya mementingkan kepentingan Bangsa dan Negara sesuai dengan cita cita “Gerindra”. 

Salam,

Abdullah Al Faqir/AS
 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...