19 October 2018

Surat Terbuka CERI kepada Direktur Logistik , Supply Chain dan Infrastruktur Pertamina

Kepada Yth
Bapak Direktur Logistik , Supply Chain dan Infrastruktur Pertamina
Up Bpk Gandhi Sriwidodo

Dengan hormat ,

Mengingat maraknya kesimpang siuran berita status kontrak antara PT Buana Listya Tama Tbk atau PT Buana Lintas Utama Tbk atau disingkat  PT BLT  dengan PT Pertamina ( Persero ) yang menurut data yang kami punyai , ternyata sesuai surat nomor 046/20300/SO tgl 12 maret 2018 yang ditanda tangani oleh Joen Riyanto S sebagai SVP Procurutmen Exellence Group ( PGE ) Direktorat Management Aset telah dengan tegas menyatakan bahwa :

1. Sesuai aturan perundang undangan , termasuk aturan yang dibuat oleh Direksi Pertamina serta atas dasar rekomendasi BPK RI kepada Pertamina yang telah berkontrak  mengoperasikan tiga kapal tanker , yaitu MT Bull Papua , MT Bull Sulawesi , dan MT Bull Flores dimiliki oleh PT BLT , dan kemudian atas dasar rekomendasi diatas oleh Pertamina telah dimasukan dalam daftar hitam rekanan Pertamina untuk selamanya , maka secara otomatis telah memutuskan kontrak sewa ketiga tanker tersebut diatas.

2. Kemudian beredar informasi terpecaya bahwa PT BLT telah mengajukan bukti bukti baru yang seolah olah tindakan hukuman daftar hitam rekanan oleh Pertamina pada 12 Maret 2018 ada sebuah kekeliruan , dan oleh karena itu  Pertamina bukti bukti tersebut sekitar tgl 22 Mei 2018  dengan cepatnya telah diteruskan ke BPK untuk di evaluasi agar merubah rekomendasinya , dan ternyata kemudian BPK katanya telah merubah rekomendasi yang awalnya kepada PT BLT disarankan untuk dihukum karena ada unsur pelanggaran berat kategori " fraud " sesuai SK Direksi nmr 043/C00000/2015-S0 Bab IX huruf B ayat 4 "sebagai perusahan yang tidak dipercaya lagi ", kemudian terbaru skrng telah merubah rekomendasinya menjadi "dipertimbangkan" , bukan  " diputihkan kesalahannya ".

3. Pada sekitar tgl 2 Juni 2018 terungkap MT Bull Flores dalam rangka mengangkut solar milik Pertamina , telah menabrak dermaga Pertamina Dumai dan sudah jatuh korban 2 karyawan Pertamina , padahal status MT Bull Flores dalam daftar hitam dan sudah diputus kontraknya sejak 12 maret 2018.

4. Mengingat Pertamina adalah perusahaan milik negara yang mengurus hajat hidup orang banyak , dijalankan proses bisnisnya dengan tetap menjunjung tinggi prinsip tata kelola yang baik .

5. Mengingat UU nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi kepada publik.

Untuk itu mohon berkenan bapak  berkenan menjelaskan kepada publik secara jujur apa adanya , termasuk bukti bukti baru yang diserahkan oleh PT BLT kepada Pertamina dan mengapa MT Bull Flores masih mengangkut minyak solar Pertamina , sementara yang kami tau  statusnya dalam pemutusan kontrak .

Semua penjelasan itu menjadi penting diketahui oleh publik , agar tidak terkesan oleh publik bahwa Pertamina sekarang dikelola dengan hukum premanisme , bukan hukum korporasi yang sehat.

Jawaban tersebut diatas akan menjadi penting untuk menghindari langkah lembaga kami mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum oleh pejabat ke Pengadilan Negeri setempat atau ke PTUN .

Terimakasih kami sampaikan atas perhatian dan kerjasamanya

Jakarta 4 Juni 2018
Salam hormat kami
Direktur Eksekutif CERI


Yusri Usman

Tembusan disampaikan kepada Yth

1. Kepala BPK - RI
2.Dewan Komisaris   Pertamina.
3. Dewan Direksi Pertamina.
4. Pimpinan Redaksi Media Elektronik ,Cetak dan Online.

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...