30 April 2017

Sudah Cukup Menipu dengan Kinerja Palsu, Kabinet Jokowi Harus Dilengserkan

Sudah santer sering kali terdengar oleh Sejumlah kalangan menilai kemampuan dan kinerja Kabinet Kerja pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla bukan saja tak punya kemampuan dalam menjalankan tugasnya, tapi juga terbukti tidak kredibel dan tak punya kemampuan melaksanakan tugasnya. Termaksud kami dari poros koalisi Aktivis FRAKSI (Front Gerakan Aktivis Indonesia) terus tak hentinya menyoroti hal ini.

Sejak awal pembentukan kabinet, kami meragukan kemampuan menteri-menteri tersebut mengingat latar belakang profesionalisme masih di pertanyakan dan orang-orang tersebut minim akan prestasi serta pengalaman dengan indikator trackrecord yang baik dan sekarang terbukti, bahwa slogan kabinet kerja tak lebih hanya pemanis kata sempalan bagi-bagi jabatan yang tidak berbanding dengan capaian kinerja. sangat terasa pertumbuhan ekonomi kita saat ini hanya di bawah 5%, melonjaknya sejumlah kebutuhan pokok, membuat rakyat tercekik, jadi wajar jikalau kami element aktivis terus meradang mengkritik karena kami juga bagian dari rakyat tersebut yang merasakan imbas kerja-kerja palsu alias imitasi sejumlah deretan kabinet Jokowi.

Menurut kami, semua ini karena ketidakmampuan Jokowi merekrut para menteri yang berkualitas, tapi hanya bersifat transaksional, politik balas budi dan tekanan politik, alias hanya bagi-bagi jabatan Karena itu, reshuffle kabinet harus cepat di laksanakan dan bukan merupakan pilihan yang tepat bila penggantinya masih bersifat transaksional atau rekritmennya pola bagi-bagi jabatan pula. Sejak awal proses seleksi menteri sudah tercium aroma transaksional bahkan rumor tentang mahar politik  yang cukup prestesius yang dilakukan orang-orang dilingkaran dekat Jokowi maupun JK. Yang lebih memprihatinkannya, seleksi dilakukan sangat tertutup bahkan ada yang dipanggil tidak diberikan posisi apa-apa. Kalau proses awalnya saja sudah bermasalah, apalagi sekarang dan publik sudah melihat sendiri banyak menteri yang tidak punya kemampuan dan gebrakan apa-apa, inilah hasilnya yang kita rasakan sekarang?

Kami katakan kinerja para menteri, menteri bidang ekonomi misalnya, sama sekali tidak punya kemampuan menjalankan semangat Trisaksi Bung Karno, bahkan sangat liberal rezim yang ada sekarang lebih neolib dari rezim pendahulu (SBY). Akibatnya, Indonesia di bawah kepemimpinan Jokowi-JK dinilainya menjadi keranjang sampah bagi antek-antek neolib yang secara bebas mengusai pasar Indonesia. kami rakyat yang jadi korban? Beberapa menteri yang kami anggap kontroversial dan tak punya kemampuan seperti Puan Maharani, Rini Sumarno, Sofyan Djalil, Sudirman Said, Ignasius Jonan, Marwan  Djafar, Imam Nahrowi, Andi Widjojanto, Yasona Laoly, Susi Pudjiastuti, Tedjo Edhi Purdijatno dan beberapa nama lainnya layak di-Lengserkan (reshuffle). Pak Jokowi harus punya keberanian mengganti mereka, Kami tegaskan itu, membela kepentingan rakyat atau kepentingan partai? agar memilih kabinet dan jajarannya memang orang-orang yang betul-betul berkompetensi bukan atas unsur politis.

Terkhusus kami dari poros koalisi aktivis "Front Gerakan Aktivis Indonesia", sangat kecewa terhadap pemerintahan Jokowi-JK. Apa yang dijanjikan selama kampanye sama sekali tidak terbukti justeru berbanding terbalik dan masyarakat semakin menjerit dengan kebutuhan pokok yang semakin tinggi. Bila kondisi ini tak segera diperbaiki, kami sarankan untuk Pak Jokowi-JK mundur saja bila amanat konstitusi yang di berikan rakyat tidak mampu di jaga dan di emban dengan baik, alangkah tidak baiknya jikalau kondisi seperti ini terus kita rasakan maka solusinya cuma satu gerakan people power untuk menurunkan pemerintah. Terimah Kasih.

FRAKSI (Front Gerakan Aktivis Indonesia)

Andi Awal Mangantarang
Sekretaris Jenderal

 

Category: 

loading...


News Feed

Berita Lainnya

loading...