27 May 2018

Stop Perang Suriah: AS, Inggris dan Prancis Cari Apa?

Oleh: Muslim Arbi
Front Perjuangan Muslimin Indonesia, FPMI

Melalui tulisan ini, menghimbau masyarakat Internasional untuk bersuara mengentikan serangan AS, Inggris dan Prancis terhadap Suriah, dengan alasan Suriah menyimpan Senjata Kimia, di Douma. AS, Inggris dan Perancis mencari apa di Suriah. Apalagi serangan terhadap Suriah itu tanpa legalitas dari PBB. Tidak ada alasan sahih atas serangan itu, maka Pimpina Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei sebutkan serangan atas Suriah itu tindakan kejahatan dan kriminal.

Tidak jelas, apa alasan atas serangan ke Suriah ini, bahkan, mentri pertahanan AS, Jim Mattis, dan sejumlah pejabat kementrian pertahanan lainnya sempat mengingat kan Presiden Trump soal resiko serangan ini. Mattis dan tim keamanan nasional, sempat ingatkan Trump, jika serangan atas Suriah di lakukan, akan bisa menyeret AS berhadapan dengan Rusia dan Iran secara langsung. Tapi, alasan Trump hanya sederhana, jika serangan ke Suriah di perlambat, maka Rusia dan Iran akan siap membendung nya, sebagaimana di kutip CNN Indonesia Internasional.

Kalau melihat alasan serangan AS atas perintah Presiden Trump melalui ciutan di akun twitter, yang mengagetkan sejumlah pejabat pertahanan itu, setelah rapat 90 menit yang tidak mencapai kesepakatan. Meski akhirnya serangan di lakukan juga. Apalagi posisi Presiden Trump dalam negeri mendapat ancaman Impeach, oleh lawan politik nya. Sehingga bisa saja serangan ini akan menjadi amunisi lawan untuk hantam Trump.

Serangan ke Suriah, AS  juga melibatkan Inggris dan juga Prancis. Di dalam Negeri, Perdana Inggris, Theresia May tidak mendapat dukungan oleh Parlemen. Sehingga serangan Suraih ini bisa melemahkan posisi nya di Pemerintahan, apalagi Ketua Partai Buruh, Jeremy Corbyn, tidak sependapat dengan tindakan dengan Perdana Mentri dari Partai Konservatif ini. Menurut Corbyn, seperti yang dikutip, kantor berita Irna, serangan itu akan memperburuk kondisi krisis di Negari Bashar Assad itu. Bahkan Corbyn menuduh pemerintah Therseia May, mengikuti kebijakan haus perang Washington tanpa persetujuan parlemen itu.

Serangan ke Suriah oleh Koalisi AS, Inggris dan Prancis ini juga mendapat kutukan dari Presiden Rusia, Vladimir Putin. Selain itu, Putin juga tertawakan serangan AS yang di anggap gagal tembus Meriam Jadul Suriah, seperti dikutip oleh Tribunnews.com.

Publik lalu bertanya, apa yang di cari oleh Amerika di bawah Trump, Inggris di bawah Thersia May dan Prancis di bawah Presiden Emmanuel Macron? Apakah tiga  negara kuat dunia itu haus perang, seperti yang di tuduhkan oleh Pimpinan Partai Buruh Inggris, Jeremy Corbyn terhadap Whasington?

Padahal serangan terhadap Suriah itu di ledek oleh Bashar Al Assad, setelah semalam Negara nya mendapat serangan, pagi2 Bashar berkantor, seperti tidak terjadi apa apa. Bahkan serangan itu ditertawakan oleh Rusia.  

Bisa saja serangan ini tidal serius perintah nya melalui ciutan di twitter, dengan mengirim 110 rudal tomhawk senilai 1 rudal Rp 25 Miliar. Sehingga serangan semalam Trump habiskan Rp 2,75 Triliun. Lalu, siapa yang akan menanggung biayai perang yang mahal, menghancurkan sebuah Negara berdaulat itu? Kalau melihat kenekatan Trump dengan Koalisi Sejumlah Negara Timur Tengah di pimpin Saudi Arabia akan membiayai serangan itu dengan melonjaknya harga minyak dunia?

Sehari sebelum nya Regim Kerajaan Saudi merilis hubungan nya dengan Israel. Padahal Israel di kenal sebagai Negara yang mencaplok Tanah Palestina dan Masjid Al Quds. Apalagi Dukungan Trump terhadap pemindahan Ibu Kota Israel ke  Yerusalem ditentang oleh Kaum Muslim Dunia dan sejumlah pimpinan Negara. Apakah serangan AS dibantu Inggris dan Perancis itu memuluskan kekuatan Israel bersama Koalisi Saudi untuk perkuat hegemoni kedua nya di Timur Tengah?

Serangan AS, Inggris dan Prancis itu membuka ingatan ketiga negara itu sebagai inisiator berdiri negara Zionis Yahudi itu tahun 1948. Bisa saja kekuatan tiga koalisi ini, membantu Israel dalam perluasan Peta Israel Raya di Wilayah Timur Tengah. Jika AS, Inggris dan Prancis tidak hentikan serangan kepada Suriah, Negara Merdeka berdaulat dan menyimpan strategi Israel perluas kekuatan dan wilayah nya, seperti ambisi Zionus Raya? Padahal itu bertentangan dengan Hukum Internasional dan Pencaplokan Tanah Palestina, maka Masyarakat Dunia akan sepaham dengan Pimpinan Spiritual Iran, Ayatullah Al Uzmah, Ali Khamenei, ketiga Negara itu aggresor dan penjahat dan kriminal Perang.

Hentikan saja Serangan ke Suriah, jika tidak Ketiga Negara itu dicap sebagai Penjahat Perang oleh Masyarakat Internasional karena ambisi Presiden dan Perdana Mentri  yang di anggap haus perang. Wallahu'alam

Category: 
Loading...