19 March 2019

Serang Pribadi Prabowo, Tanda-tanda Jokowi Panik

Oleh: Arsya Febian
 
Lagi-lagi panik. Ujung-ujungnya menyerang personal. Ya, begitulah capres Joko Widodo alias Jokowi. Dikritik Prabowo Subianto lawannya, Jokowi malah menyerang personal.
 
Ini terjadi dalam debat II capres 2019, Minggu (17/2). Jokowi dan Prabowo, saling adu argumen di panggung debat, tanpa pendampingnya masing-masing. 
 
Nah, saat itulah, Prabowo mengkritik kebijakan Jokowi membagi-bagikan sertifikat tanah selama empat tahun memimpin. Prabowo khawatir tanah lama-lama akan habis. Generasi selanjutnya tidak bisa memiliki tanah.
 
Menanggapi kritikan Prabowo, Jokowi ‎mengatakan lahan yang dibagikan hanya untuk rakyat miskin, bukan para orang kaya. Di sanalah kalimat sindiran muncul buat Prabowo. 
 
Capres petahana itu menyebut Prabowo memiliki lahan besar di Kalimantan Timur dan juga Aceh Tengah. Bahkan jumlahnya tidak sedikit. Dia pun mempertanyakan kenapa Prabowo bisa mendapatkan lahan sebesar itu.
 
"Saya tahu Pak Prabowo‎ memiliki lahan yang sangat luas di Kalimantan Timur sebesar 220 ribu hektare, juga di Aceh tengah 120 ribu hektare. Saya hanya ingin menyampaikan bahwa pembagian-pembagian seperti ini tidak dilakukan masa pemerintahan saya," tandas Jokowi.
 
Lho, kok jadi menyerang pribadi? Malah mempertanyakan tanah Prabowo. Padahal jelas-jelas Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah membuat aturan masing-masing calon tidak boleh menyerang personal saat debat.
 
Boleh jadi penguasaan materi Jokowi mengenai masalah tanah tak terlalu kuat. Sehingga, dia mengeluarkan jurus pamungkas ‘serangan pribadi’. 
 
Jelas ini bentuk kepanikan. Bingung menjawab kritikan Prabowo, hingga akhirnya menyerang personal. Jokowi yang tak terbiasa tampil tanpa teks, khawatir elektabilitasnya tergerus.
 
Apalagi, beberapa hari menjelang debat kedua, tagar #ShutDownJokowi meramaikan jagat dunia maya, bersanding dengan tagar #UninstallJokowi. 
 
Dua tagar yang jadi trending topic dunia itu bisa saja merisaukan Jokowi. Betapa dahsyatnya keinginan memiliki pemimpin baru. 
 
Menariknya, dengan segala kerendahan hati, Prabowo mengaku memang menguasai tanah di beberapa tempat. Namun, sifatnya Hak Guna Usaha (HGU). Menurut Prabowo, tanah itu milik negara.  
 
Jawaban atas sindiran Jokowi itu Prabowo sampaikan saat mengucapkan dalam sesi terakhir debat. Dia tidak ngeles, tapi mengakui serta menjelaskan alasan menguasai lahan tersebut. 
 
"Jadi setiap saat, setiap saat negara bisa ambil kembali dan kalau untuk negara saya rela mengembalikan itu semua. Tapi daripada jatuh ke orang asing, lebih baik saya yang kelola karena saya nasionalis dan patriot. Terima kasih," ucap Ketum Partai Gerindra itu. 
 
Statement itu rasanya jleb banget buat Jokowi yang terang-terangan menyerang personal Prabowo. Sungguh bijak dan cerdas. Ending yang elegan dari seorang Prabowo Subianto: tidak emosional dan sangat nasionalis.
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...