25 May 2017

Selamatkan Perempuan

Tenaga Kerja Indonesia (TKI) melakukan roadshow 1000 km untuk menunjukkan dukungan terhadap Prabowo Subianto. Sesuai rencana, roadshow akan berlangsung di Malaysia pada 15 Juni 2014 oleh paguyuban TKI di negeri Jiran.

 

Dukungan TKI juga ditunjukan pada Selasa, 10 Juni 2014 di Jakarta. Kumpulan tenaga kerja yang kebanyakan perempuan itu menunjukkan simpati mereka kepada pasangan nomor urut satu Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa.

 

Menakjubkan memang bagaimana dedikasi Prabowo terhadap sumber daya manusia negeri ini. Beliau tidak ingin begitu saja membiarkan warga negara Indonesia hanya jadi 'jongos' di negeri orang.

 

Pembelaannya secara khusus kepada kaum perempuan khususnya Tenaga Kerja Wanita (TKW) dan TKI tersirat dalam visi di poin dua dalam melaksanakan poin ekonomi kerakyatan.

 

"Melindungi dan memperjuangkan hak-hak buruh termasuk TKI dan TKW." Begitulah bunyi poin khusus yang dirumuskan Prabowo dan Hatta dalam draft program nyata bertajuk Selamatkan Indonesia.

 

Di sini, Prabowo Subianto melihat bagaimana anak negeri masih dimanfaatkan tenaganya saja oleh pihak luar. Apalagi perempuan yang kebanyakan memilih jadi TKW untuk mendapatkan gaji besar dan membiayai keluarganya. Tapi, perempuan itu harus jauh dari keluarga, diperlakukan tidak semestinya, bahkan terkadang jadi korban kekerasan di negeri orang. Ironis.

 

Namun melihat kenyataan bangsa saat ini, bagaimana para perempuan itu tidak berjuang mencari penghasilan lebih? Negara ini belum memberikan lapangan pekerjaan yang layak, banyak, dan memadai bagi mereka. Alhasil, suami mereka tidak mendapatkan kesejahteraan yang pantas dan mereka terpaksa membantu dengan jadi TKW.

 

Tak jarang juga para perempuan menjadi TKW karena himpitan ekonomi di mana mereka adalah 'single parent' dan harus menjadi tulang punggung. Jika mereka bekerja di Indonesia, tentu uang mereka tidak akan cukup melihat bagaimana di sini semua serba uang. Akhirnya, jadi TKI adalah jalan pintas.

 

Di sinilah Prabowo dan Hatta sadar bahwa sumber daya manusia Indonesia harus diselamatkan. Terutama lagi kaum perempuan yang banyak mengeksploitasi tenaganya untuk bekerja dengan orang asing.

 

Melalui pengembangan ekonomi kerakyatan, Prabowo dan Hatta siap untuk menjadikan bangsa ini berdiri di kaki sendiri. Jadi, alokasi anggaran untuk program pembangunan pertanian, kehutanan, perikanan dan kelautan, koperasi dan UKM, serta industri kecil dan menengah.

 

Melalui program pembangunan yang "merakyat", terlihat bagaimana nantinya akan ada kesamarataan kesempatan bagu semua kalangan. Mulai dari atas, menengah, sampai bawah. Mulai dari pengusaha sampai pegawainya.

 

Dari hal tersebut di atas juga, perempuan akan mendapatkan kesempatan lebih besar menggali potensi dirinya. Perempuan bahkan bisa berdiri di kaki sendiri dengan masuk pada sektor-sektor pembangunan yang sudah diperluas.

 

Perempuan bangsa ini adalah bagian yang harus juga diselamatkan dari karut marutnya pembangunan negara ini. Prabowo Subianto adalah calon presiden yang 'concern' untuk bisa mengangkat derajat kaum perempuan di negeri asing yang terkadang disepelekan. Para TKW harus bisa kembali ke bangsa Indonesia dan berdedikasi di sini. 

 

Tak ada salahnya bila nanti perempuan menjadi penggerak UKM, industri kecil atau menengah bahkan koperasi. Selamatkan Perempuan!

*Ir. PRASETYAWATI. MM

Koord. Relawan Perempuan Jabar / Bendahara PIRA (Perempuan Indonesia Raya) Jabar

Category: 

loading...


News Feed

Loading...