19 July 2019

Selamat Kepada Elia Manik, Jangan Permainkan Masa Depan Pertamina

KONFRONTASI - Hari ini nama Elia Massa Manik resmi disahkan sebagai Direktur Utama PT Pertamina menggantikan Dwi Sutjipto yang dicopot bulan lalu oleh Pemerintah dan penghapusan jabatan Wakil Dirut Pertamina yang hanya berusia tidak lebih dari umur jagung. Sikap dan keputusan yang bagi kami tidak bisa diterima secara penuh, dan keputusan tersebut masih menunjukkan betapa pemerintah belum serius membesarkan Pertamina dan masih menjadikan Pertamina sebagai mainan politik demi kepentingan tertentu. Namun meski demikian, Energy Watch Indonesia mengucapkan Selamat kepada Elia Massa Manik atas terpilihnya menjadi Dirut PT Pertamina.

Pencopotan yang tanpa penjelasan jernih dan terang kepada publik, Dwi Sutjipto dan Ahmad Bambang harus melepaskan jabatan yang mereka emban selama ini karena diberhentikan oleh pemerintah dengan alasan yang tidak logis, tidak kredibel dan sama sekali tidak menyangkut kegagalan profesionalisme Dwi Sutjipto dan Ahmad Bambang. Padahal kinerja Pertamina sedang baik dan terus meningkat, bahkan ditengah anjloknya harga minyak dunia, Dwi Sutjipto dan Ahmad Bambang mampu membawa Pertamina bertahan ditengah badai dan membukukan keuntungan yang tidak kecil. Lantas apakah hanya dengan isu perbedaan pendapat di internal direksi layak dijadikan alasan mencopot orang berprestasi?

Peristiwa sudah terjadi, Dwi Sutjipto dan Ahmad Bambang telah menjadi korban sebuah sikap tidak konsisten dan ketidak profesionalan pemerintah dalam menilai kinerja dan membina BUMN. Pemerintah semestinya tidak cukup menjadikan alasan perbedaan pendapat untuk mencopot secara serampangan pejabat BUMN meski pemerintah berhak untuk itu. Tapi meski memiliki hak, tentu hak tidak boleh digunakan secara serampangan dan ugal-ugalan.

Sekarang kita fokus pada pengganti Dwi Sutjipto yang mana lebih dari sebulan terakhir dipegang oleh PLT. Elia Massa Manik telah dilantik sebagai Dirut baru setelah mendapat restu dan persetujuan dari Presiden Jokowi dan kebijakan tersebut membuat publik bertanya-tanya atas dasar pertimbangan dan penilaian keputusan tersebut. Pertimbangan apa yang digunakan pemerintah untuk menetapkan Elia Massa Manik sebagai calon Dirut Pertamina? Saya pikir kalau mengedepankan profesionalisme dibidangnya, maka nama Elia Massa Manik wajar dan patut diragukan. Sebagaimana pernyataan sikap dari Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu yang menyebut penunjukan Elia sebagai musibah. Namun jika menggunakan pertimbangan Elia orang luar yang tidak terlibat konflik internal bisa dipahami meski alasan tidak terlibat konflik internal itu tidak boleh dijadikan alasan utama karena alasan profesionalisme dan penguasaan seluk beluk bisnis Pertamina jauh lebih penting daripada sekedar bicara orang netral dari luar.

Sesungguhnya tidak ada konflik di Pertamina, yang ada hanya perbedaan pendapat dan perbedaan akselerasi kepemimpinan yang seharusnya bisa diramu menjadi mesin kerja yang handal dan bukan malah mencopot orang berprestasi.* Itu namanya menyelesaikan masalah dengan masalah. Akhirnya pemerintah kesulitan menemukan nama yang tepat untuk memimpin Pertamina hingga harus menyodorkan sosok yang diragukan kemampuannya. Terlebih melihat laporan keuangan PTPN yang dipimpin Elia saat ini lumayan buruk. *Apakah orang gagal harus dipaksakan menggantikan orang berprestasi? Itulah kemudian persepsi yang timbul dalam pertanyaan ditengah terpilihnya Elia Massa Manik sebagai dirut Pertamina.*

EWI berharap dan berpesan kepada Dirut baru Pertamina agar bekerja sungguh-sungguh. Mengedepankan kepentingan negara dan Pertamina diatas segala kepentingan. Saya mendengar, Elia Manik ini orang yang keras dan berani konfrontasi. Pergunakanlah sikap keras dan berani konfrontasi itu untuk menolak dan melawan segala kepentingan tidak sehat terhadap Pertamina. Pertamina itu perusahaan yang tidak sekedar bisnis jualan minyak, tapi Pertamina adalah BUMN vital yang menjaga kondusifitas bangsa. Untuk itu perlu dipimpin oleh sosok yang handal dan akselerasi kerja yang tinggi.  Kita harap Elia akan mampu menjawab segala keraguan itu dengan kinerja yang baik dan membawa Pertamina menjadi perusahaan energi kelas dunia.

Kita menghormati pemerintah dan kita menghormati keputusan yang diambil jika semangatnya adalah untuk bangsa dan negara dan bukan untuk kepentingan segelintir orang. Terakhir kami ingatkan dan pesankan kepada Elia Massa Manik sebagai Dirut baru Pertamina, agar jangan pernah mempermainkan masa depan Pertamina.

Ferdinand Hutahaean
Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...