27 April 2018

Rocky Gerung Yang Saya Ketahui

Oleh Ramadhani Aksyah.

Saya kenal Rocky Gerung sejak lama. Di FIS UI dia tercatat sbg mahasiswa ilmu politik Angkatan 1979. Sedangkan sya adalah angkatan 1981. Kami sering ketemu di ruang kuliah n peepustakaan n sekali2 di kantin fakultas. Seingat sya, kami tiga atau empat kali ambil mata kuliah yang sama. Lama gk ketemu, ternyata dia juga kuliah juga di jurusan Filsafat FS UI. Sya gk tau apakah dia menyesaikan S1 Fil atau juga jurusan ilmu politik. Setelah lama gk ketemu, tahu2 dia jadi sangat terkenal krn ucapan n pernyataannya yg bernas, menantang dan intelek di ILC TV One.

Sebagai kawan diskusi, RG sangat menantang kita untuk berpikir. Walau kadang terasa ucapannya nyelekit n menyinggung lawan bicaranya, tetapi harus diakui dia punya begitu banyak literatur n bahan bacaan. Klu kita punya bacaan tanggung n tdk mendalam, lbh baik menghindar dari berdiskusi serius dgnnya. Berdasarkan pengalaman bertukar pikirannya dgn dia, diksi n gaya bahasanya begitu kaya n beragam yg sukar dicari tandingannya.

Sya tidak tahu apa agama RG. Hampir tdk pernah dia tunjukkan kecenderungan agamanya semasa di kampus. Tetapi, dia adalah seorang peminat bacaan n ideologi kiri. Jangan coba2 menguji dia dgn teori Marxis atau sosialis klu tdk siap atau ilmu anda tanggung di sana. Sbb, bisa2 anda terkurung n terkesima. Dia sangat fasih menjelaskan logika, cara pikir n cara pandang gerakan kiri. Klu kita ikuti kategori Soe Hok Gie, RG tdk diragukan lagi adalah "orang yang berada di kiri jalan".

Dia juga dekat dgn tokoh2 kiri. Dia biasa diskusi dgn Marsilam Simanjuntak, Sjahrir,  Hariman Serigar, Robert Lawang atau Arif Budiman. Dia juga aktif di Sekolah Ilmu Sosial yang didirikan Dr Sjahrir (alm), sebagai wadah kreasi n latih pikir kader2 sosialis di Jakarta.

Pengalaman bbrp kali bersama2 ambil kuliah dgn dia, sya rasakan dia seorang rendah hati dlm  bersikap n bergaul tp terkesan sedikit angkuh dalam berdebat n mempertahankan pendapat. Pernah dalam sebuah kuliah, dia gigih mempertahankan pendapatnya sehingga dia berdebat dgn dosen kami yg bergelar doktor. Lama2 dosen itu jengkel atas sikap RG. Akhirnya dia nyeletuk: Please Rocky, yang doktor itu lu ape gw? Kami tertawa semua, termasuk RG yg tentunya tertawa agak kecut.

Ketika dia muncul di ILC pertama kali, org menganggap dia hebat n kaget atas pndapat2 yg bernas  n menantang itu. Sya sendiri tdk kaget lagi karena sdh lama kenal dia. Juga ketika dia berbicara ttg fiksi n fiktif dalam ILC tgl 11 April lalu. Itulah RG. Selalu memasuki n  melontarkan pikiran2 "yang berada di luar zona aman". Dia seringkali terlena untuk membicarakan "danger zone". Dia anggap semua orang bs n terbiasa berpikir seperti dia. Padahal pemahaman n pengertian orang itu berbeda-beda, walaupun sama2 berpendidikan tinggi seperti yg ditunjukkan Akbar Faizal, Ario Bimo n Ria Dwi Latifah.

Sya pun menduga, ungkapan RG itu akan menuai masalah. Benar saja, bbrp Cebonger melaporkannya ke Polda Metro Jaya. Sya tdk heran sbb yang melaporkannya orang itu2 saja. Ada Guntur Ramli n Muannas Aidit dll. Mereka inilah yg melaporkan Buni Yani n Jonru sehingga keduanya hrs berurusan dgn polisi.

Sebagai orang Islam, sya nilai RG tidak melecehkan agama saya. Karena itu sya harapkan kawanku yg pintar tsb tidak akan diseret ke pengadilan. Orang spt RG itu langka. Jgn kita hancurkan n mengurung pikirannya yg mencerahkan itu ke dalam rekayasa yg naif n memperkosa akal.

Salam untukmu, sobatku Rocky.***

Category: 
loading...

Related Terms