20 September 2019

Ridwan Kamil, Gubernur "Nyambi" Timses

Oleh: Marvin Ardana

Duh, makin risau saja melihat sikap kepala daerah pendukung Jokowi dua bulan menjelang Pilpres. Alih-alih bekerja membangun daerahnya, mereka malah sibuk berkampanye. Ridwan Kamil salah satunya.  Gubernur Jabar itu kini sedang gencar-gencarnya mengungkap keberhasilan Jokowi. 

Tujuannya ya jelas, menarik suara pemilih di Jawa Barat.  Lewat beragam cara, Emil –sapaan akrab Ridwan Kamil, berusaha meyakinkan warga Jabar agar memilih pasangan Jokowi-Ma’ruf pada Pilpres 2019 mendatang. 

Jauh-jauh hari Emil memang sudah terang-terangan menyatakan siap memenangkan Jokowi-Ma’ruf pada Pilpres 2019, begitu terpilih menjadi gubernur Jabar. "Saya siap (memenangkan Jokowi-Ma'ruf). Beda musim, beda formasi. Enggak ada masalah," kata Emil, Rabu, 5 September 2018. 

Sedikit  diulas, pada Pilpres 2014, Emil masuk tim sukses Prabowo-Hatta. Ketika itu, dia juga diiusung Partai Gerindra dan Prabowo saat sukses menjadi wali kota Bandung. Kini, arah politik berbalik. Emil, mendukung Jokowi, lawan Prabowo pada Pilpres 2019. Hmmmm...

Oke,  kembali soal dukungan Emil ke Jokowi, sang gubernur mulai blusukan ke Jawa Barat membawa misi memenangkan Jokowi. Tak hanya lewat ucapan, tapi juga bahasa tubuh. Misalnya mengacungkan salam satu jari, nomor urut Jokowi-Ma’ruf. 

Sikapnya yang tak netral kerap berbuah polemik. Emil bahkan sempat dilaporkan ke Bawaslu gara-gara mengacungkan salam satu jari pada acara Harlah PKB. Hanya saja, kasus tersebut menguap. Emil tak dipanggil Bawaslu lantaran membantah pose satu jari itu kampanye. 

Kritikan pedas kembali meluncur saat Emil memposting rencana proyek pembangunan Tol Cileunyi-Garut-Tasikmalaya (Cigatas)  yang diumumkan Presiden Jokowi. Dalam postingannya di akun instagram, Emil menyebut Tol Cigatas hadiah bagi warga Garut dan Tasikmalaya. 

Kontan saja, netizen pun bereaksi. Termasuk mantan wakil Bupati Garut Dicky Chandra yang menyebut rencana Tol Cigatas sudah bergulir sejak zaman SBY dan Gubernur Aher.

Jawa Barat memang provinsi menggiurkan. Jumlah penduduknya terbanyak di Indonesia. Data Badan Pusat Statistika (BPS) menyebutkan, jumlah penduduk Jabar pada 2015 diproyeksikan sebesar 46,7 juta. Pada 2020, angka ini akan menjadi 49,9 juta. 

Dari jumlah tersebut, sekitar 60 persen di antaranya bakal memilih di pilpres mendatang. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar menyebutkan, 32.636.846 orang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu dan Pilpres 2019 di Jabar.

Lima tahun lalu, tepatnya Pilpres 2019, Jokowi yang berpasangan dengan Jusuf Kalla, jeblok di Jawa Barat. Jokowi hanya mampu meraup 40,22 persen suara. Sementara Prabowo yang berpasangan dengan tokoh PAN, Hatta Rajasa, merajai Jabar dengan perolehan suara sebesar 59,78 persen. 

Tak pelak, pilpres tahun ini tentu saja jadi pertaruhan bagi Emil sebagai gubernur Jabar. Maka, Emil pun berupaya sekuat tenaga memenangkan Jokowi. Namun ujung-ujungnya, banyak melupakan posisinya sebagai gubernur Jabar. 

Menarik disimak sentilan ekonom Rizal Ramli buat Emil. Dia meminta Emil sadar dan fokus bekerja untuk Jawa Barat, bukan kampanye Jokowi. "(Sekarang) Kang Ridwan ini saya lihat lebih sibuk kampanyekan Jokowi. Sing eling (sadarlah)," ujarnya, Jumat (8/2). 

Rizal menilai seharusnya Jawa Barat bisa lebih maju karena interland-nya, poros belakangnya ibu kota (Jakarta). Namun, Rizal tak melihat inisiatif Ridwan Kamil, yang bagus, inovatif, untuk membuat Jawa Barat lebih makmur. 

"Tugas dia itu buat memperbaiki Jawa Barat. Buat kerja, buat rakyat Jawa Barat, bukan kerja buat kampanye Presiden Jokowi," tutur Rizal. Nah, bagaimana Kang Emil? Makanya, jangan sibuk kampanye Jokowi aja.

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...