21 July 2019

Rezim Jokowi: Tidak Mau Dipeluk, Ya Digebuk?

Rezim Jokowi seakan menggunakan jurus "peluk atau gebuk". Hanya dalam hitungan jam SBY menyatakan merapat ke Gerindra dan Prabowo, tiba2 media-media massa rezim langsung kembali memberitakan secara serentak kasus penculikan aktifis 98 yg mereka tuduh Prabowo sebagai dalang utama.

Dalam hitungan jam juga, kemudian kasus Kudatuli yang mereka tuduh ada keterlibatan SBY didalamnya kembali mereka angkat.

kemudian berselang hari kemudian, setelah SBY bertemu dengan ketua PAN, tiba-tiba KPK menangkap salah satu petinggi PAN, dan langsung disiarkan secara gegap gempita oleh media2 massa lacur pendukung rezim.

Kini, tinggal PKS, PBB dan beberapa partai lainnya. Apa yang akan terjadi? apakah mereka mau dirangkul, atau dipukul oleh rezim kalap saat ini. Bisik2nya ada upaya untuk memecah belah PKS kalau tidak bisa dijinakkan.

Wajar kalau masyarakat curiga dengan apa yg terjadi saat ini. Semua seakan otomatis terjadi jika tidak sesuai dengan keinginan rezim.

Kenapa KPK begitu gegap gempita menyiarkan penangkapan petinggi PAN, sedangkan kasus E-KTP yang terang benderang pelakunya dan berada di lingkaran istana, tak pernah mereka sentuh. kasus yang hampir merontokkan keuangan negara dikesampingkan, tapi kasus "recehan" seakan dicari2.

Stop pembodohan. Rakyat sudah semakin cerdas. Saya yakin ada puluhan juta rakyat yang saat ini berpikiran sama dengan saya. Hentikan mempermainkan hukum sebagai alat gebuk rezim. Hentikan upaya pengalihan isu di tengah semakin menderitanya kehidupan rakyat di era rezim saat ini.

FOKUS SENDAL JEPIT .
Hanya satu kata, #2019GantiPresiden!

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...