21 May 2019

Rekonsiliasi untuk Apa dan Siapa?

Kata rekonsiliasi kian marak menghiasi media-media di Indonesia. Dalam kamus bahas Indonesia, rekonsiliasi diartikan perbuatan memulihkan hubungan persahabatan ke keadaan semula dan perbuatan menyelesaikan perbedaan.

Narasi soal ajakan rekonsiliasi itu paling banyak dilontarkan oleh kubu Jokowi-Ma'ruf. Narasi itu muncul usai pencoblosan Pemilu 17 april 2019. Dan, makin santer dikeluarkan setelah hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei yang menempatkan Jokowi-Ma'ruf sebagai pemenang Pilpres.

Pertanyaannya, benarkah ketegangan selama Pilpres sudah sedemikian gentingnya, sehingga perlu sebuah rekonsiliasi. Memang, Pemilu berdarah-darah? memang sebagian masyarakat ada yang menganggap Pilpres telah merusak hubungan pertemanan, keluarga. Ya, memang ada. Tapi, haruskah rekonsiliasi didengungkan?

Bangsa ini sudah semakin matang dalam demokrasi. Perbedaan hal biasa. Kecuali buat orang-orang baper. Makanya, aneh, bila kubu 01 terus menerus mendorong rekonsiliasi. Memang selama ini konflik yang disebabkan Pilpres sudah parah.

TNI/Polri harus diapresiasi. Mereka mampu mencegah aksi-aksi yang berpotensi memicu konflik. Serahkan kepada mereka, percayakan kepada mereka.

Ingat sebuah rekonsiliasi, harus memenuhi sejumlah syarat pijakan, yakni kebenaran (truth) yang didalamnya terdapat pengakuan, transparansi, pengungkapan, dan klarifikasi atas suatu kebenaran.

Kemudian, sifat welas asih (mercy), lalu, syarat berikutnya perdamaian dimana didalamnya terdapat unsur harmoni, kesatuan, kesejahteraan, keamanan, dan syarat terakhir ada keadilan.

Rasanya aneh kalau kubu TKN ngotot banget mengajak rekonsiliasi. Padahal sejak Pemilu dimulai kedua kubu tetap bersahabat dan tidak ada istilah permusuhan.

Malah, Jokowi pernah mengatakan: Pak Prabowo saya ini senang naik sepeda dan sering kalau naik sepeda rantainya putus tapi percayalah kepada saya Pak Prabowo bahwa rantai persahabatan kita, rantai persahabatan saya dan Pak Prabowo tidak akan pernah putus. Juga tali persaudaraan saya.

Jadi, rekonsiliasi ini untuk siapa?

Jangan-jangan ajakn rekonsiliasi itu sengaja dilontarkan kubu 01 untuk melegitimasi kemenangan lewat hasil quick count lembaga survei. Biar rakyat tidak protes terhadap dugaan kecurangan dan lemahnya kinerja KPU.

(Ujang Nuryanto)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...