23 May 2018

Rakornas Gerindra: #PrabowoPresiden2019

Oleh : Moh. Nizar Zahro*

Rakornas Partai Gerindra yang akan digelar pada 11 April 2018 merupakan momentum yang ditunggu-tunggu oleh semua pihak, terutama terkait dengan jawaban Bapak Prabowo Subianto untuk dicalonkan menjadi Capres pada Pilpres 2019.

Sebenarnya bagi kader partai, dengan atau tanpa deklarasi pun, konsolidasi untuk kemenangan Pak Prabowo terus dilakukan. Cita-cita menjadikan Prabowo sebagai presiden adalah harga mati yang wajib hukumnya bagi seluruh kader Gerindra untuk mewujudkannya.

Memang banyak pihak yang ingin menggagalkan Prabowo menjadi Presiden. Masih ingat beberapa tempo yang lalu tiba-tiba muncul opini bahwa Prabowo akan menjadi Cawapres Jokowi.  Namun seiring waktu klaim tersebut lenyap tidak berbekas.

Gagal mendudukkan Prabowo sebagai cawapres Jokowi, dikeluarkankah jurus kedua yaitu mendorong figur lain untuk menggantikan Bapak Prabowo sebagai capres Gerindra. Kabar yang beredar tidak tanggung-tanggung, calon tersebut dikabarkan berani menggelontorkan dana Rp. 15 Triliun untuk meraih tiket dari Partai Gerindra.

Ada rasa tidak nyaman karena opini tersebut seolah mendudukkan Partai Gerindra sebagai materialistis. Perlu diketahui bahwa Gerindra adalah partai ideologis yang siap bergotong-royong untuk mewujudkan cita-cita besar memakmurkan seluruh rakyat Indonesia. Gerindra tidak butuh bandar, para kader siap berkorban untuk kejayaan partai.

Tidak berhenti di situ, tiap waktu terus dipompa opini negatif untuk menghancurkan Pak Prabowo misalnya soal faktor usia yang semakin menua, elektabilitas yang tidak kunjung naik, dan yang terburuk adalah potensi kegagalan yang ketiga dalam ajang pilpres.

Perlu dijawab bahwa kegagalan dua kali dalam pilpres akan menjadi pemacu Pak Prabowo meraih kemenangan di Pilpres 2019 sebagaimana Abraham Lincoln meraih kemenangan sebagai Presiden Amerika Serikat ke-16 setelah berkali-kali mengalami kegagalan. Faktor usia pun tidak akan menjadi penghalang, saat ini Pak Prabowo berusia 66 tahun, Donald Trumph memimpin Amerika Serikat saat usia menanjak 70 tahun.

Soal elektabilitas, berkaca pada pilpres Amerika Serikat dimana hampir semua survey tidak ada yang memenangkan Donald Trumph. Tapil riil pilpres menyatakan Donal Trumph lah pemenangnya.

Sangat mudah mematahkan berbagai bentuk provokasi murahan itu. Jangan buang-buang uang hanya untuk membangun provokasi murahan. Bila tidak mau berbaris di belakang Pak Prabowo silahkan bentuk poros sendiri.

Jadi, siapa pun, jangan berharap bisa menggantikan Pak Prabowo sebagai capres dari Partai Gerindra. Pak Prabowo siap bertarung kembali melawan Jokowi di Pilpres 2019. Buktinya, Pak Prabowo semakin lantang mengkritik rejim pemerintah.

Menumbangkan Jokowi adalah adalah misi suci kader Partai Gerindra karena selama kepemimpinan Jokowi, kondisi Indonesia makin memperihatinkan. Lihatlah utang negara terus menumpuk hingga Rp. 4.000 triliun, kran impor produk kerakyatan dibuka lebar sehingga menyengsarakan para petani, Tenaga Kerja Asing (TKA) disambut dengan karpet merah, berbagai subsidi dicabut, dan kebijakan lainnya yang menyengsarakan rakyat.

Hanya Pak Prabowolah yang akan mampu menumbangkan Jokowi. Ingat di Pilpres 2014 Pak Prabowo meraup 62 juta suara, saat itu Jokowi sedang di puncak popularitasnya. Saat ini, rakyat sudah banyak yang sadar bahwa Jokowi penuh pencitraan. Bahkan banyak juga yang sudah bertobat. Maka arus balik suara rakyat siap mendukung Pak Prabowo menjadi Presiden Indonesia.

Pertarungan sudah di depan mata. SATRIA sebagai sayap Partai Gerindra siap berdarah-darah di garda terdepan mewujudkan #PrabowoPresiden2019.

*Ketua Umum Pimpinan Pusat SATRIA GERINDRA (Satuan Relawan Indonesia Raya)

Category: 
Loading...

Pages