22 April 2019

Prabowo Marah Karena Negara Digadaikan, Rakyat Disengsarakan

Kemarahan Prabowo bukanlah kemarahan yang mengumbar emosi untuk melawan rakyat demi menyelamatkan mukanya sendiri dari pertanyaan publik yang bertubi-tubi tentang dirinya.

Kemarahan Prabowo bukan karena menyembunyikan kegagalan demi menyembunyikan nafsu kekuasaan yang membara di dalam dirinya.

Kemarahannya bukan untuk meminta polisi tegas terhadap lawan politik, dan membiarkan buzzer bebas mencaci maki. Permadi Arya bebas beraksi, Ahmad Dhani dibui.

Kemarahan Prabowo adalah kemarahan tentang keadaan bangsa, negara dan rakyat Indonesia yang sedang menghadapi getirnya kehidupan di bawah kekuasaan yang buruk.

Matanya tajam melihat ketidakadilan yang terus menerus dipertontonkan oleh rezim yang berkuasa. Amarahnya meluap melihat ironi negara yang sedang menghadapi problem akut.

Dari impor yang ugal-ugalan hingga sembako yang terbeli. Dari harga BBM yang naik, tarif listrik yang terus melejit hingga BUMN merugi, BPJS defisit.

Seorang patriot sejati tidak asal marah dan emosi. Ia marah melihat kekuasaan yang menjadi boneka asing dan aseng.

Hati siapa yang tidak terbakar melihat pengangguran yang terus menumpuk tetapi lapangan kerja diberikan kepada orang asing. Ada jutaan tenaga kerja asing baik yang legal maupun ilegal mengepung indonesia.

Hanya hati pengkhianat yang tidak marah melihat kondisi bangsa yang semakin terpuruk sementara klaim pembangunan terus didengungkan. Utang menumpuk, rakyat kesulitan ekonomi, rakyat susah cari lapangan kerja.

Hati siapa yang tidak bergerak, melihat ibu-ibu di dapur menjelarit karena harga-harga mahal. Bapak-bapak yang hampir putus harapan untuk mencari nafkah di tengah negara promosi infrastruktur yang tidak jelas dari mana dan untuk siapa, dipergunakan untuk apa.

Perasaan kemanusiaan siapa yang tidak terenyuh melihat warga yang kena bencana tetapi ditipu dengan bantuan yang sampai hari ini tidak dapat mereka dapatkan.

Semua itu membuat seorang patriot akan bergerak, dengan sangat lantang bersuara untuk menyampaikan bahwa kebodohan dan kesalahan ini harus diperbaiki oleh orang yang mengerti.

Itulah yang membuat Prabowo Marah bercampur sedih melihat keadaan rakyat yang sedang getir menghadapi kehidupan. Rakyat sedang menghadapi persoalan ekonomi yang menghimpit, sementara negara hanya sibuk dengan pencitraan dan urusan elektabilitas seorang yang kebetulan berkuasa.

Kini BUMN digerakkan dan semua infrastruktur lembaga dalam negara ditarik untuk masuk dalam pertarungan satu orang ini.

Lihatlah, ini kerusakan yang paling dahsyat bagi BUMN dan perangkat struktural negara.

Saudara jadi sangat beralasan dan wajar seorang prajurit dan patriot seperti Prabowo merasa marah dan kesal terhadap pengkhianatan yang bertubi-tubi yang menyebabkan rakyat menanggung derita.

Jadi marilah kita sama-sama mengakhiri kegilaan ini dengan memberikan suara kita kepada Koalisi Indonesia Adil dan Makmur, agar indonesia bebas dari segala kehancuran dimasa yang akan datang.

________________

Oleh: Dr. Ahmad Yani
Caleg DPR RI PBB Dapil DKI Jakarta 1 Jakarta Timur

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...