18 October 2018

Pertamina Berpotensi Merugi Rp 23.471 Triliun Karena Kebijakan Harga BBM Pemerintah

Oleh: Yusri Usman
Direktur Eksekutif CERI

Merujuk penjelasan ketua Fraksi Hanura DPR RI Inas Zubir didlm group wa tokoh nasional 11/10/2018, menurut saya artinya kebijakan Jokowi membatalkan kenaikan harga Premium tgl 10 Oktober 2018 , tentu akan berpotensi Pertamina mengalami kerugian sekitar ;

Harga ke ekonomian Premium Oktober 2018 adalah Rp 9.991,70,- perliter , sementara harga jual Premium selama ini oleh Pertamina Rp 6.550, - perliter , maka kira2 potensi kerugian Pertamina dari Oktober sd Desember 2018 akan diperoleh potensi kerugian Pertamina dari jual Premium , Pertalite dan Solar adalah :

Premium
Rp 9,991.70 - - Rp 6.550 ,- = Rp 3, 441.70 ,- perliter

Pertalite
Harga ke ekonomian sekitar Rp 10.100, perliter dikurangi harga jual Rp 7.800,- perliter , maka kerugian Rp 10.100,- -Rp 7.800 ,- = Rp 2.300,- perliter

Solar ; harga ke eknomian nya setara dgn Premium yaitu Rp 9.990 ,- , krn ada subsidi tetap Rp 2000 , maka potensi kerugiannya Rp 9.990,-
- Rp 2000,- - Rp 5.150 = Rp 2.840 ,- perliter.

Berdasarkan asumsi tiap bulan Pertamina menyediakan Premium 1 juta KL , Pertalite 400 KL dan Solar 1.3 juta diseluruh Indonesia, maka untuk 3 bulan kedepan akan diperoleh potensi kerugian Pertamina ;

A. Premium

3 bulan X 1 juta KL X Rp 3,441.70 , perliter = Rp 10.325 Triliun .

B.Pertalite

3 bulan x 300.000 KL × Rp 2.300 /liter = Rp 2.070 Triliun.

C .Solar

3 bulan X 1.3 jt KL X Rp 2.840,- = 11.076 Triliun.

Total potensi kerugian Pertamina adalah Rp 23.471 triliun.

Potensi kerugian tersebut akibat kebijakan Pemerintah yang diduga menyimpang dari Peraturan Presiden nmr 191 tahun 2014 dan Peraturan Presiden nmr 43 thn 2018.

Termasuk siapakah yang berhak menentukan harga BBM tertentu bersubsidi dan penugasan ,apakah Menteri ESDM atau Meneg BUMN , silahkan baca Perpres diatas.

Apakah kebijakan ini bisa dikatakan wajar terkait dengan agenda pilpres 2019 ? , terpulang ke masing pihak yang sdh cerdas .

Yang penting kita harus kawal jangan sampai " Pertamina karam " , karena tugasnya menyangkut kepentingan hajat hidup orang banyak , selain sebagai penggerak semua sektor ekonomi.

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...