28 March 2020

Perbandingan Begal Motor dan Begal Negara

Akhir-akhir ini begal semakin marak dibicarakan media, mulai dari media cetak sampai media Televisi tiada hari tanpa berita begal. Wajarlah ketiak bansa ini di sebut mendadak begal. Apakah itu hanay sutau penagalihan issu atau memag benar adannya. namun sebelum terlalu jauh mengopinikan masalah begal, tentu harus berangkat dari definisi begal. Secara umum adalah penjahat, penyamun. Semua pelaku kejahatan disebut “begal” mulai dari preman jalanan sampai preman istana. Istilah kita tidak boleh menggiring hanya penjahat dan kejahatan jalan saja, seperti begal motor yang beroperasi dijalan dan melukai korban secara fisik maupun secara sikologis, tapi kita harus lihat juga perilaku elit Negara yang rakus hari ini, bagi saya mereka-mereka itu bagian dari begal juga hanya ruang operasionalnya yang berbeda dan membedakan dengan begal motor atau begal jalanan.

Begal motor merupakan frustasi sosial yang harus dijawab oleh Negara, Tapi sepertinya Negara kehilangan fungsi dalam merespon frustasi sosial dalam konteks begal motor, Negara sibuk dengan merebut posisi dan kekuasaan seperti yang terjadi antara KPK VS POLRI.  Padahal dua lembaga ini merupakan benteng dari aksi kajahatan begal, entah kejahatan begal motor atau kejahatan begal Negara. Situasi ini harus menjadi konsentrasi KPK semisalnya begal yang merampok uang Negara, dan POLRI menanggani kriminal umum seperti begal motor.  Tapi fungsi dan tugas itu diabaikan oleh petinggi-petinggi Negara karena mereka sibuk dengan urusan posisi dan kekuasaan.   

Motif Begal Motor (Jalanan).

Begal motor adalah kejahatan jalanan yang merampok harta benda bahkan melukai korban dengan motof yang beragam. Salah satu motif dari kejahatan begal motor jalanan yaitu ekonomi yang tidak selesai sehingga spirit aksi kejahatan dijalan itu terbangun dan kejahatan ini adalah kejahatan yang terorganisir.

Kalau motifnya begal motor adalah ekonomi yang tidak selesai maka siapa yang bertanggung jawab dibalik itu semua? Tentu Negara harus bertanggung jawab dan menjawab kebutuhan masyarakat secara ekonomi, seperti membuka lapangan kerja bagi pengangguran yang ada di republik ini. Aksi kejahatan begal motor dijalan adalah bentuk kegagalan Negara dalam menjawab kesejahteraan masyarakat. Hari ini yang dipertontonkan oleh Negara lewat media TV. Tidak lain dan tidak bukan melainkan korupsi yang meraja lelah yang beroperasi di republik ini, penomena ini bagi saya adalah bagian dari begal juga hanya saja tempat operasi kejahatannya yang membedakannya, begal motor hanya melakukan kejahatan dijalan dan begal Negara melakukan kejahatan di ruang yang elit, seperti kejahatan yang dilakukan oleh koruptor-koruptor hari ini.

Motif Begal Negara.

Istilah begal akhir-akhir ini sangat dominan dikaji dikalangan masyarakat intelektual yang diarti dan dimaknai dengan kejahatan. Baik kejahatan yang dilakukan oleh  masyarakat sipil maupun kejahatan yang dilakukan oleh masyarakat Negara yang hanya membedakan yaitu  ruang kejahatan, tempat kejahatan, dan pekalu kejahatan.

Begal elit Negara atau kejahatan elit Negara tentu merugikan banyak kalangan seperti begal yang merampok uang Negara yang memiliki posisi dan kekuasaan direpublik ini, begal elit Negara tidak boleh diabaikan oleh Negara dan harus menjadi konsentrasi Negara sebagai upaya pertanggung jawaban terhadap operasi begal direpublik ini.

Antara begal motor dan begal Negara tentu memiliki perbedaan, yang membedakan begal motor dan begal Negara yaitu, begal motor melakukan aksi kejahatan dijalan atau perampok jalanan.  Begal Negara yaitu, perampok uang Negara yang beroperasi di elit Negara. Inilah perbedaan  yang sederhan antara begal motor dan begal Negara.

Ironisnya begal Negara bukan lemah secara ekonomi atau bukan kekurangan ekonomi, tapi kerakusan dan keserakahan itulah motif dari begal Negara sehingga aksi yang dilakukan oleh begal Negara hari ini, berimpliksai kepada banyak sektor seperti kemiskinan, membengkaknya utang luar negeri, kesenjangan sosial, meningkatnya kematian ibu yang melahirkan bayi, meningkatnya gizi buru, frustasi sosial, kurangnya lapangan kerja, banyaknya pengangguran, dll.  ini semua adalah implikasi dari aksi kejahatan begal Negara. 

*Abubakar H. Muhtar, Mahasiswa Pasca Sarjana Ilmu Politik Universitas Nasional (UNAS) dan Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam

 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...