20 November 2019

Pemprov DKI Gagal Atasi Kemacetan, Keamanan dan Perempuan

OLEH: MUCHTAR EFFENDI HARAHAP (NSEAS)

I. PENGANTAR:

Kemacetan lalu lintas darat adalah satu issue strategis bagi pembangunan DKI Jakarta. Ternyata Pemprov DKI 2013-2017, tak mampu dan masih gagal atasi masalah ini. Bahkan, masalah ini ditambah lagi masalah keamanan dan perempuan. Pemprov DKI harus berhadapan dgn issue-issue keamanan Ibukota dan juga keamanan perempuan menggunakan transportasi/kendaraan umum. Apalagi di malam hari.

Kemacetan adalah situasi atau keadaan tersendatnya atau bahkan terhentinya lalu lintas disebabkan oleh banyaknya jumlah kendaraan melebihi kapasitas jalan. Kemacetan banyak terjadi di kota-kota besar, terutamanya yang tidak mempunyai transportasi publik  baik atau memadai ataupun juga tidak seimbangnya kebutuhan jalan dengan kepadatan penduduk. Gambaran semacam ini berlaku pada DKI Jakarta.

II. KOTA TERMACET SEDUNIA:

Pemprov DKI bukannya bekerja untuk mengurangi tingkat kemacetan, bahkan membuat Jakarta menjadi kota termacet sedunia. Sangat menyedihkan !!!

Pemprov DKI Jakarta Tahun 2013-2017 telah gagal dalam memecahkan masalah kemacatan, bahkan semakin memburuk. Hampir semua tugas jalan arteri mengalami kemacetan. Sebelumnya Jakarta mendapat predikat buruk “Kota Paling Berbahaya”, kini mendapat predikat buruk lain: “Jakarta menjadi Kota paling macet se Dunia”, diikuti Istanbul (Turki), Meksiko (Meksiko), Surabaya (Indonesia), St Petersburg (Rusia), Moskow (Rusia), Roma (Italia) , Bangkok (Thailand), Guadalajara (Meksiko), dan Buenos Aires (Argentina). Menurut indeks Stop-Start Magnatec Castrol, rata2 33.240 kali proses berhenti-jalan per tahun di Jakarta. Sebagaimana telah diungkap scara ringkas di atas, DKI Jakarta di bawah Gubernur Gubernur Ahok (2014-2015) telah gagal memecahkan permasalahan kemacatan, bahkan semakin memburuk. Hampir semua ruas jalan arteri mengalami kemacetan. Menurut indeks Stop-Start Magnatec Castrol, rata2 33.240 kali proses berhenti-jalan per tahun di Jakarta. Indeks ini mengacu pada data navigasi pengguna Tom Tom, mesin GPS, untuk menghitung jumlah berhenti dan jalan dibuat setiap kilometer. Jumlah tersebut lalu dikalikan dengan jarak rata-rata ditempuh setiap tahun di 78 negara. Berikut daftar 10 kota dengan lalu lintas terburuk di dunia: 1. Jakarta (Indonesia) - 33.240. 2. Istanbul (Turki) - 32.520. 3. Kota Meksiko (Meksiko) - 30.840. 4. Surabaya (Indonesia) - 29.880. 5. St Petersburg (Rusia) - 29.040. 6. Moskow (Rusia) -28.680. 7. Roma (Italia) - 28.680. 8. Bangkok (Thailand) - 27.480. 9. Guadalajara (Meksiko) - 24.840. 10. Buenos Aires (Argentina) - 23.760. Biasanya Pemprov DKI mengajukan beragam alasan atau dalih untuk peryanyaan: mengapa terjadi kemacetan terparah se dunia ini?. Beberapa jawaban dimaksud yakni: 1. Kapasitas jalan tidak mencukupi. 2. Terbatasnya kesediaan dan pelayanan umum. 3. Tidak terintegrasinya sistem dan jaringan transportasi multimoda. 4. Ketersediaan dan akses prasarana jalan untuk mendukung pelabuhan dan bandar udara. 5. Kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas. Khusus alasan terakhir ini, Pemprov DKI mengklaim, kemacetan di Jakarta disebabkan juga oleh rendahnya tingkat kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas. Ketidakdisiplinan ini dapat dilihat dari cara berkendaraan tidak tertib, tidak mematuhi rambu lalu lintas dan pelanggaran etika pada lampu pengatur lalu lintas.

III. KOTA PALING TAK AMAN SE DUNIA:

Pd awal 2015  CNN Indonesia menyajikan hasil survei  Economist Intelligence Unit menempatkan Jakarta sebagai kota paling tak aman se dunia. Survei meneliti 50 kota di dunia itu disponsori oleh NEC. Survei memasukkan 40 indikator kuantitatif dan kualitatif,  terbagi dalam empat kategori tematik yakni (1) keamanan digital, ,(2) jaminan kesehatan, (3) infrastruktur, dan (4) personal. Setiap kategori terbagi lagi ke dalam tiga hingga delapan subindikator, seperti langkah kebijakan dan frekuensi kecelakaan lalu lintas.

Survei terfokus pada 50 kota dipilih Economist Intelligence Unit berdasarkan beberapa faktor.

Dalam survei ini, ibu kota Jepang, Tokyo, menduduki peringkat tertinggi dalam hal keamanan secara keseluruhan. Ini membuktikan,  kota penduduk amat padat ternyata bisa masuk ke daftar kota teraman di dunia. Tokyo juga punya skor bagus dalam hal keamanan digital.

Sementara Jakarta menduduki posisi terendah dari 50 kota disurvei dalam hal keamanan secara keseluruhan. Jakarta hanya naik ke posisi 44 untuk kategori jaminan kesehatan.


IV. BAGI  PEREMPUAN, TERBURUK KELIMA SE DUNIA:

Keamanan angkutan umum Jakarta bagi perempuan terburuk kelima di dunia. Sebagai ibukota negara, Jakarta menjadi pusat keramaian yang tak ada matinya. Hal ini membuat angkutan umum di Jakarta tak pernah sepi penumpang.

Namun, pada akhir 2014, Thomson Reuters Fondation, sebuah lembaga survei  meneliti keamanan perempuan dalam angkutan umum. Dari 16 kota terbesar di dunia, Jakarta berada di peringkat kelima soal ketidakamanan perempuan saat menaiki angkutan umum. Empat peringkat awal adalah Bogota ibukota Kolombia, Mexico City ibukota Meksiko, Lima ibukota Peru, dan Delhi ibukota India. Rata-rata wanita  disurvei mengatakan mereka pernah diraba-raba atau dilecehkan secara lisan saat naik transportasi umum. Juga,  kebanyakan  merasa tidak aman bepergian sendirian di malam hari di Jakarta.

V. KESIMPULAN:

Sila pembaca menyimpulkan sendiri !!!

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...