23 May 2017

Mosi Menolak Pernyataan Megawati Bahwa Pancasila sebagai Ideologi Terbuka

Oleh: Habil Marati
Anggota DPR RI 1999-2010

Pidato Megawati pada perayaan ulang tahun ke-44 PDIP, tentang konfrontatif antara idiologi terbuka dan idiologi tertutup adalah suatu pernyataan politik yang tidak memiliki tempat pada Negara Kesatuan Republik  Indonesia. Negara kesatuan Republik Indonesia yang merdeka di susun dalam suatu susunan  Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan Rakyat berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

MENGATAKAN PANCASILA SEBAGAI IDIOLOGY TERBUKA ADALAH SEKULER

Pancasila adalah sebuah klasik, dimana sila silanya mencerminkan masa berlakunya tidak akan ketinggalan zaman, Pancasila di lahirkan tidak hanya untuk sekedar memenuhi persyarakat lahirnya sebuah Negara, akan tetapi  pancasila merupakan arus demokrasi religius, demokrasi yang di bangun berdasarkan tatanan tatanan amanat penderitaan rakyat yang merupakan pengalaman yang di alami ratusan tahun Bangsa Indonesia pada cosmopolit, serta di susun sesuai dengan asas asas kodrat manusia sebagai mahluk sosial.

Pancasila dalam kedudukannya sebagai Idiologi politik memberikan batas batasan terhadap hubungan Agama dengan Rakyat Indonesia, hubungan Agama dengan kedaulatan rakyat, hubungan Negara dengan Alam semesta, hubungan Tuhan dengan Bangsa Indonesia serta hubungan politik dengan Agama.

Megawati menyatakan Pancasila sebagai partai terbuka, serta megawati menolak ramalam ramalan kemajuan negara termasuk alam Ahirat berdasarkan Pandangan Agama, Megawati pun menyampaikan bahwa Agama adalah sebuah Dogma, arus pikir serta sinyalemen Megawati ini sangat bertentangan dengan Pancasila bahkan Megawati menempatkan Pancasila sebagai Idiologi sekuler tanpa mengakui adanya Tuhan dan Ahirat, sikap dan karakter politik megawati ini sangat mengancam dan meracuni pikiran pikiran generasi muda sebagai penerus dan penanggung jawab Negara di masa yang akan datang.

Megawati mengkonteskan antara Agama khususnya Islam sebagai Idiologi tertutup dan Pancasila sebagai idiolagi terbuka, disini Megawati dan PDIP blunder lagi, siapa bilang bahwa Pancasila itu adalah Idiologi terbuka?, dari sejak lahirnya sampai dengan hari ini Pancasila adalah merupakan Idiologi tertutup, dari sisi Idiologis semua bangsa Indonesia mengerti bahwa Pancasila tertutup untuk Idiologi Marxisme, Sosialisme, Komunisme, Atheisme serta Pancasila menolak partai politik yang tidak mengakui adanya Tuhan, Pancasila menolak partai politik yang beridiologikan sekuler apalagi Komunis, jadi sangat keliru dan meracuni generasi muda kalau ada politisi atau partai partai politik menyatakan bahwa Pancasila adalah Idiologi terbuka, demikian pula dari sisi demokrasi, Pancasila termasuk idiologi tertutup, sangat jelas bahwa sila ke Empat Pancasila adalah menolok demokrasi liberal, demokrasi materialisme, maupun demokrasi totaliterisme. Mengatakan Agama sebagai Dogma yang meramalkan tentang kemajuan bangsa yang akan datang termasuk adanya Ahirat, pernyataan  ini tidak sesuai dengan Pancasila, dan ini meracuni pikiran pikiran generasi muda yang akan datang.  


ISLAM BUKAN DOGMA DAN BUKAN IDIOLOGI TERTUTUP

Hanya orang yang tidak memahi Agama dan tidak Beragama yang mengatakan Agama adalah dogma dan Idiologi tertutup, Islam adalah bukan Idiologi akan tetapi hasil interaksi antara hamba pilihan dengan Sang Pencipta yang hidup sebagai kebutuhan dasar manusia baik sekarang maupun pada ahir perjalanan manusia, Islam berfungsi sebagai intermediasi kehidupan manusia antara dunia dan akhirat yang rasional dan terukur. Megawati mengkontes Agama ( Islam) sebagai Idiologi tertutup dan Pancasila sebagai Idiologi terbuka,  sudah saya sampaikan di atas bahwa Megawati salah kaprah mengatakan pancasila adalah idiologi terbuka justru Pancasila adalah Idiologi tertutup dan terkunci malah dari paham isme isme lainnya.
Islam itu bukan budaya Arab, Islam itu tidak identik dengan Orang Arab, demikian juga Pancasila itu tidak identik dengan kebebasan semau gue, Pancasila itu bukan tirani, pancasila itu tidak  bertentangan dengan Alquran. Kalau Umat Islam menolok Ahok ini bukan budaya Arab, kalau Umat Islam menolak Komunisme ini juga bukan budaya Arab, demikian juga kalau umat Islam menolak sekularisme, kawin sejenis, LGBT, dan kawin tanpa nikah ini juga bukan budaya Arab.

Apa maksud Megawati mengatakan kalau jadi Islam jadilah Islam nusantara, tidak ada Islam Nusantara, tidak ada Islam Arab, dari dulu Islam pegangannya cuma dua yaitu Alquran dan Hadits. Bagi umat Islam toleransi itu bukan berarti umat Islam mengesampingkan Alquran demi Toleransi oooo bukan begini, Umat Islam menolak Ahok karena tiga hal, pertama karena dia telah menistakan Alquran, kedua Jelas perintah ayat Almaidah 51, dan ketiga tidak bisa di pisahkan persoalan pri dan non pri, ini juga bukan rasis tapi realita.

Pikiran pikiran Megawati tersebut menunjukan Megawati tidak memahami Agama, khususnya Agama Islam dan Megawati juga tidak menguasai betul kebatinan Pancasila dan sejarah lahirnya Pancasila, untuk memahami Pancasila lebih dalam memerlukan pemahaman Agama (Islam ) demi NKRI, mengapa?, Pancasila tidak dapat menjelaskan pada Bangsa Indonesia tentang penciptaan Langit dan Bumi kecuali Agama ( Islam), demikian juga Pancasila tidak dapat menjelaskan Ketuhanan Yang Maha Esa itu kecuali Agama (Islam), termasuk juga Pancasila tidak dapat menjelaskan tentang Ahirat kecuali Agama ( Islam), karena itu Kalau mau tau ahirat jangan tanya pancasila tapi tanya dalam Agama ( Islam).

Apa sesungguhnya yang dimaksud Megawati mengenai Idiologi tertutup, apakah Islam? dan apa yang dimaksud dogma apa Alquran?, Islam bukan sebuah Idiologi, tapi Islam adalah proseses intermediasi antara kehidupan dunia dan ahirat, antara kehidupan hari ini dan hari esok yang rasional dan terukur, sedangkan Alquran itu adalah bukan dogma, tapi sebuah kitab suci yang dikontrol oleh pemiliknya yaitu Allah SWT, dan Allah sendiri menantang bagi orang orang yang meragukan tentang kebenaran Alquran ini, Umat Islam mempertaruhkan jiwa dan hartanya untuk menjaga Alquran ini, demikian juga Umat Islam akan mempertaruhkam jiwa dan hartanya untuk menjaga Pancasila mengapa?

Karena Sila pertama Pancasila Ketuhanan Yang Maha Esa, jadi kalau ada partai politik memasukkan faham komunisme dalam Pancasila pasti umat Islam menghancurkannya bersama TNI, jadi jelas Pancasila itu bukan Idiologi terbuka, sehingga pernyataan Bu Megawati yang mensitir Pancasila sebagai Idiologi terbuka adalah perlu dipertanyakan.[***]

 

Category: 

loading...


News Feed

Loading...