21 November 2017

Mewaspadai Angola Effect di Bumi Indonesia

Oleh: Muslim Arbi, Front Perjuangan Muslimin Indonesia.

Ada semacam Angola Effect yang terasa sekali di Negeri ini. Semangat Islamophobia, ketakutan terhadap Islam ngetren di Republik ini. Padahal Mayoritas Negeri ini adalah Kaum Muslim.

Angola adalah sebuah Negara di Afrika yang mengadakana kerjasama investasi dengan pemerintah Cina secara besar besaran. Presiden nya, Jose Eduardo dos mendukung pelarangan Islam yang di tetapkan dan di umum oleh Mentri Budaya nya, Rosa Cruze e Silva seperti di di lansir dari Marroco News.

Akibatnya, Masjid, Alquran, sholat dan puasa dan hal2 yang bernuasa Islam di larang keras di Angola.

Sudah di ketahui umum bahwa Cina adalah Rezim Komunis dgn Partai Tunggalnya PKC.
Sebuah studi terbaru di umumkan, 90 % penduduk Cina adalah Atheis, Tidak Beragama. Ini bisa juga Rezim Komunis yang berkuasa di Negeri Panda itu.

Maka hal2 yang berbau agama tidak mendapat tempat bagi Pemerintah Komunis dan Tidak Ber Tuhan itu. Di Cina sendiri wilayah yang penduduk nya adalah Muslim seperti Xinjiang di musuhi oleh Beijing.

Dalam hal yang terkait kerjasama antara Pemerintah Cina dan Angola seperti disebutkan di atas, tidak heran lalu Angola terlihat memusuhi hal2 yang berbau Islam di Negeri itu.

Bagaimana dengan Poros Jakarta-Beijing yang semakin mesra di era Pemerintahan Jokowi, dan Presiden Xi Jinping, terlihat begitu akrab dgn Presiden Jokowi dengan tawaran investasi dan besar2an. Apakah investasi Cina itu semata faktor kerjasama ekonomi dan perdagangan saja?

Kalau melihat begitu semangat nya Koalisi Partai Penguasa (PDIP, Golkar, Nasdem, PPP) yang dukung Terdakwa Penista Agama agar tetap maju sebagai Cagub pada Pilgub DKI 2017 ini, juga isu kebhinekaan dan intolorensi sebagai reaksi balik atas aksi2 Bela Islam pada 14 Oktober (14-10), 4 Nopember (410) dan 2 Desember (212), dan Upaya Kriminalisasi Ulama dan Tokoh2 yang gerakkan Aksi Bela Islam lalu itu sebagai Angola Effect ?

Maka tidak salah kalau dampak dari Hubungan Kerjasama Indonesia-Cina, akan menggerus suasana ketidakstabilan dan terkoyak nya persatuan dan kesatuan Nasional, akibat dari pola dan cara rezim ini dengan menggukan kepolisian untuk intimidasi dan kriminalisasi Para Tokoh dan Ulama yang sangat setia bela Islam di Negeri ini.

Harus di sadari antara Pancasila dan Komunis itu bertolak belakang dari usul maupun furu nya. Komunis anti Tuhan dan Atheis sedangkan Pancasila menjadi kan Sila Ketuhanan sebagai Sila pertama.

Jika Rezim ini tetap menggunakan cara otoriter mengelola kekuasaan, maka Umat Islam dan Kaum Beragama di Negeri ini tidak akan tinggal diam. Pasti bangkit menentang Otoritatianisme bergaya PKC di Negeri ini. Angola Effect akan di tentang dan di lawan oleh setiap Anak Bangsa yang mendambakan kehidupan di bawah Nilai2 Ke Tuhanan dalam Kemasyatakatan. Angola Effet pasti tidak mendapat tempat di sini.

Jakarta, 24 Januari 2017

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...