28 May 2017

Membayangkan Sinergi Jokowi Alumnus UGM, JK dari Unhas, dan Rizal Ramli dari ITB

KONFRONTASI-  Presiden Jokowi adalah alumnus Univ. Gadjah Mada, Wapres Jusuf Kalla dari Univ.Hasanudin dan Menko Perekonomian Rizal Ramli jebolan ITB, jika benar bersinergi dalam kabinet, diprediksi para analis dan aktivis,  akan tampil digdaya, bisa dahsyat pula.  Ketiga tokoh ini jika bersinergi dalam Kabinet Jokowi-JK, jelas akan sulit dihadang amarah Koalisi Merah Putih di parlemen. 

Rizal Ramli tahu benar psiko-politik elite Golkar, Gerindra, PKS, PPP, Demokrat dan PAN. Rizal Ramli didukung civil society, yang jika Koalisi Merah Putih mengganggu dan merusak kinerja Tim Perekonomin pimpinan Rizal, jelas bakal  diharu-biru dan dilawan massa demonstran dari civil society.

Sebagai ekonom senior, Rizal Ramli adalah tokoh paling konsisten dan kredibel untuk memberantas mafia dan menegakkan Trisakti Soekarno dan Ekonomi Konstitusi berbasis  Pasal 33 UUD1945. Demikian pendapat Direktur Freedom Foundation Darmawan Sinayangsah, alumnus Fisip UI.

Tokoh Muhammadiyah Buya Ahmad Syafii Maarif menyebut Rizal Ramli ekonom senior dan tokoh nasional yang  revolusioner, sehingga  menurut Darmawan, peran Rizal  Ramli sangat penting dalam melakukan ''revolusi mental'' bagi lembaga-lembaga Negara, kementrian, birokrasi dan aparatur Negara demi melayani rakyat dan mengayomi rakyat banyak yang sudah lama terus menjadi korban pembangunan.

Para aktivis dan peneliti independen juga menyesalkan sikap Tim Transisi Jokowi-JK yang memaksa Jokowi menolak teknokrat senior Rizal Ramli sebagai Menko Ekuin dalam Kabinet Jokowi nanti. ''Meminjam kata-kata  Ahok, Tim Transisi Rini Sumarno cs itu  dinilai terlalu liberal dan ''kayak ulah bajingan'' karena membuat kabinet Jokowi berwajah Neoliberal dan Anti-Revolusi Mental. Dan itu jelas bertentangan diametral  dengan agenda Jokowi sendiri dalam kampanye Revolusi Mental pada Pilpres kemarin,'' kata aktivis dan peneliti  Muhamad Nabil, Fathor Rasi MA dan Reinhard MSc yang selama ini merindukan ekonomi konstitusi (Trisakti Soekarno) , yang jelas anti-neolib.

'' Tim Transisi Rini Sumarno-Anies Baswedan dicurigai  publik bermain dengan Mafia dan menyusupkan mazhab Neoliberalisme ke lingkaran Jokowi, diduga menjual republik dengan menaikkan harga BBM dan privatisasi dan menjual aset bangsa lainnya,’’ kata aktivis dan peneliti  Muhamad Nabil, Fathor Rasi MA dan Reinhard MSc dari Bung Karno Institute.
Menurut ketiga aktivis yang juga peneliti itu, Rizal Ramli adalah teknokrat garis tengah yang revolusioner, berkomitmen mengusung Trisakti Soekarno dan ekonomi konstitusi dan RR adalah tokoh paling kredibel dan berintegritas..

Dengan penuh kesadaran, mantan Menko Ekuin Rizal Ramli PhD mengingatkan Presiden terpilih Joko Widodo atau Jokowi  agar cermat, teliti dan hati-hati dalam memutuskan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Sebab, disinyalir ada yang menjebak Jokowi dengan persoalan BBM ini.

Rizal Ramli mengatakan, Anggaran Pengeluaran Belanja Negara (APBN) 2015 yang disusun pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Menteri Keuangan, Chatib Bisri banyak 'jebakan batman'.

"Jadi kalau Jokowi jadi presiden tidak membongkar APBN 2015 yang dirancang era SBY, dia tidak bisa apa-apa hanya menjalankan saja, jebakan batman," kata Rizal di Jakarta, Sabtu (30/8/2014).

Ia melanjutkan, jebakan batman kepada Jokowi juga bisa saja dilakukan oleh orang-orang Jokowi sendiri yang mendorong supaya berani menaikkan harga BBM (K)

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



News Feed

loading...

Baca juga


Loading...